Berkat Perjanjian Ektradisi Indonesia-Singapura, KPK akan Pulangkan Buron Paulus Tannos

- Kamis, 27 Januari 2022 | 07:33 WIB
Ilustrasi KPK. Perjanjian ektradisi Indonesia -Singapura disambut baik Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK), dalam wakt dekat KPK akan bawa buron maling uang rakyat yang berada di  Sinagpura .  /Instagram.com/@official.kpk.
Ilustrasi KPK. Perjanjian ektradisi Indonesia -Singapura disambut baik Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK), dalam wakt dekat KPK akan bawa buron maling uang rakyat yang berada di Sinagpura . /Instagram.com/@official.kpk.

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Setelah Polri menyambut baik perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyambut baik.

Dimana diketahui kedua negara ini sudah menyepakati perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura.

Dimana kesepakatan perjanjian kedua negara ini ditandatangani Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada Selasa, 25 Januari 2022 di Bintan, Kepulauan Riau.

Baca Juga: Kapolda Jateng Instruksikan Penyidikan Kasus R dan Bandar Judi di Boyolali Dituntaskan

Bagi KPK perjanjian kedua belah negara ini akan membuat kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi makin maksimal.

Hal ini merupakan jalan untuk mencari buronan KPK ataupun memulangkan pelaku maling uang rakyat yang masih berada di Singapura.

Untuk itu, KPK mengaku siap melakukan kordinasi dengan sejumlah kementrian untuk memanggil Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

Baca Juga: Bayi Ditemukan di Tempat Sampah Kamar Mandi, Polisi dengan Cepat Tangkap Wanita Pembuangnya

Diketahui, Paulus Tannos merupakan tersangka kasus dugaan maling uang rakyat dalam proyek pengadaan e-KTP yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.

"Perjanjian ekstradisi ini kami berikutnya akan koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Luar Negeri," kata Plt Juru Bicara, Ali Fikri, dikutip dari pikiran-rakyat.com.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X