Jika saat PTM Ada Kasus Covid-19, Wiku Adisasmito: Pihak Sekolah Harus Segera Menutup

- Rabu, 26 Januari 2022 | 12:40 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Wiku Adisasmito. /Dok Istimewa/
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Wiku Adisasmito. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, menegaskan, jika saat berlangsung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ditemukan kasus Covid-19, pihak sekolah harus segera menutupnya.

''Penghentian sementara PTM sekurang-kurangnya 2 minggu pada satuan pendidikan atau sekolah," kata Wiku, dalam keterangan pers pada Rabu, 26 Januari 2022.

Setelah itu, tambahnya, dilakukan tracing terhadap kontak erat dari pasien positif Covid-19.

Baca Juga: Catatan Satgas Covid 19, Kesembuhan Pasien Omicron yang Dirawat di Wisma Atlet dan Rumah Sakit Cukup Tinggi

Menurut dia, pihak sekolah yang harus menghentikan sementara PTM, yaitu yang memiliki klaster penularan COVID-19 di satuan pendidikan dengan angka positivity rate hasil surveilans epidemiologis sebesar 5 persen atau lebih.

Kondisi ini, lanjutnya, masuk dalam notifikasi hitam pada aplikasi PeduliLindungi sebanyak 5 persen atau lebih.

''Kegiatan pada sekolah dengan kriteria tersebut, harus dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ),'' tegasnya.

Baca Juga: Waspadai Penyebaran Varian Omicron, Setuju Perpanjangan PPKM hingga 31 Januari 2022

Lalu, katanya lagi, jika hasil surveilans menunjukkan bukan merupakan klaster PTM terbatas atau angka positivity di bawah 5 persen, PTM terbatas hanya dihentikan pada kelompok belajar yang terdapat kasus konfirmasi selama 5x24 jam.

''Setiap satuan pendidikan dan pemerintah daerah semua harus siap dan responsif menangani kasus konfirmasi di daerahnya, sesuai aturan yang berlaku,'' harap Wiku.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X