Pakar Hukum Pidana Menilai Vonis Mati Terdakwa Korupsi Asabri Keteledoran JPU

- Senin, 17 Januari 2022 | 08:27 WIB
Ilustrasi koruptor. Terdakwa kasus korupsi ASABRI divonis hukuman mati, pakar hukum menilai ada keteledoran jaksa penuntut umum./Pikiran Rakyat/Yusuf Wijanarko
Ilustrasi koruptor. Terdakwa kasus korupsi ASABRI divonis hukuman mati, pakar hukum menilai ada keteledoran jaksa penuntut umum./Pikiran Rakyat/Yusuf Wijanarko

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Majelis hakim tindak pidana korupsi (Tipikor) jatuhkan vonis mati terhadap terdakwa kasus Asabri Heru Hidayat disorot.

Kasus Asabri merupakan korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Indonesia atau Asabri (Persero).

Dimana dalam kasus ini selaku terdakwa adalah Heru Hidayat sebagai Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera.

Baca Juga: Ayo Tetap Prokes! Puncak Omicron di Indonesia Diprediksi Medio Februari hingga Awal Maret

Jaksa menilai bahwa terdakwa telah melakukan korupsi dan pencucian uang, dengan kerugian uang negara sebesar Rp 22, 7 triliun.

Vonis mati terhadap terdakwa ini disorot oleh Pakar Hukum Pidana Petrus Selestinus.

Dimana Petrus Selestinus menilai majelis hakim pengadilan Tipikor tidak bisa menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap terdakwa kasus Asabri Heru Hidayat.

Baca Juga: Kurang dari 10 Jam, Suami Kejam Pembunuh Istrinya Dibekuk Tim Resmob Sat Reskrim Polrestabes Semarang

Menurut Pterus vonis hukuman mati tersebut merupakan keteledoran dari JPU dalam membangun konstruksi dakwaan dan tuntutan.

Dijelaskan Petrus, bila hakim ikuti ketentuan yang berlaku, maka tuntutan JPU soal hukuman mati diabaikan karena tidak terdapat dalam surat dakwaan.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X