Gempa yang Terjadi di Provinsi Banten, Ini Penjelasan Kepala BMKG tentang Penyebabnya

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 09:57 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. /Dok BMKG/
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. /Dok BMKG/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, gempa di Provinsi Banten terjadi akibat aktivitas lempeng di Selatan Jawa.

Gempa bumi yang terjadi, jelasnya, merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indonesia-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia.

''Tepatnya ke bawah Pulau Jawa yang terus-menerus hingga Nusa Tenggara,'' ungkapnya dalam konferensi pers di kanal YouTube Info BMKG, Jumat, 14 Januari 2022.

Baca Juga: Gempa Berkekuatan 6,7 M Guncang Banten, Terasa hingga Jakarta dan Bandung

Ia mengatakan, hasil analisis mekanisme sumber, menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik, atau akibat patahan naik.

Menurutnya, meski tidak berpotensi tsunami, lokasi gempa yang ada di kawasan Selat Sunda menjadi salah satu yang memiliki sejarah gempa dan tsunami sejak ratusan tahun lalu.

BMKG mencatat, ada delapan kejadian gempa dan atau tsunami yang pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 1851.

Baca Juga: Akibat Gempa Berkekuatan 6,7 Magnitudo , Banyak Bangunan Rusak di Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang

Dwikorita mengungkapkan, gempa yang terjadi di 52 km arah Barat Daya Sumur, Banten ini memiliki kedalaman 40 km.

Akibatnya, katanya lagi, dampak guncangan dirasakan di wilayah yang cukup luas, meliputi Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X