UMKM Sering Jadi Incaran Pinjol, Menkue Sri Mulyani : Perlu Dibuatkan Standar Khusus Literasi Keuangan

- Jumat, 3 Desember 2021 | 09:47 WIB
lustrasi pinjaman online. Wanita, warga miskin, UMKM  sering dijadikan incaran pinjaman online (Pinjol) , ini perlu adanya literasi keuangan.. /Pixabay/JoshuaWoroniecki
lustrasi pinjaman online. Wanita, warga miskin, UMKM sering dijadikan incaran pinjaman online (Pinjol) , ini perlu adanya literasi keuangan.. /Pixabay/JoshuaWoroniecki

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Aktivitas pinjaman online (Pinjol) kini masih menghantu masyarakat.

Meski sudah banyak pengelola Pinjol yang ditangkap Polri bersama jariangannya kini masih juga ada.

Tawarann-tawaran pinjaman uang melalui online terus terjadi, para pengelola Pinjol melalui karyawannya menawarkan pinjaman uang lewat SMS.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Kemenag Terbitkan Surat Edaran Perayaan Natal, Simak Aturannyaya

Bahkan dengan janji manisnnya dalam SMS tertulis uang pinjaman akan cairdalam waktu cepat dan tanpa jaminan.

Praktik pinjaman melalui online ini mendapat sorotan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, pinjaman online tersebut merupakan lintah darat melalui digital yang bisa mencekik masyarakat.

Baca Juga: Dua Bocah Pencuri Kotak Amal di Masjid Dikirim ke Bapas Bandung : Tidak Ditahan

Untuk itu, kata Sri Mulyani, pihak kepolisian harus bertindak tegas, agar pengelola Pinjol tersebut jera dan tidak memunculkan pinjol-pinjol lainnya.

"Ini lebih seperti lintah darat. Daripada aktivitas fintech peer to peer lending. Lintah darat dengan teknologi digital," tuturnya, dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, Jumat, 3 Desember 2021.

Menurut Sri Mulyani, Otoritas jasa Keuangan (OJK) telah melakukan pemblokiran pinjol sejak 2019 hingga 2021 sebanyak 3.500 pinjol.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X