Radikalisme dan Terorisme Hantui Indonesia, BNPT : Elemen Masyarakat Perlu Divaksin Ideologi Pancasila

- Rabu, 1 Desember 2021 | 09:01 WIB
Ilustrasi radikalisme dan terorisme. Indonesia kini terus dihantui aksi radikalisme dan terorisme, BNPT usul agar seluruh elemen masyarakat divaksin ideologi pancasila guna untuk mempertebal pengaruh paparan jaringan terorsime maupun radikalisme. /Pixabay/ Alexas_Fotos
Ilustrasi radikalisme dan terorisme. Indonesia kini terus dihantui aksi radikalisme dan terorisme, BNPT usul agar seluruh elemen masyarakat divaksin ideologi pancasila guna untuk mempertebal pengaruh paparan jaringan terorsime maupun radikalisme. /Pixabay/ Alexas_Fotos

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Indonesia kini terus dihantui aksi terorisme, masyarakat agar terus waspada.

Kewaspadaan masyarakt diperlukan karena guna mengantisipasi adanya penyebaran radikalisme melalui berbagai cara.

Pemerintah meminta masyarakat agar tidak terpengarus dengan bujukan rayu dari jaringan-jaringan terorisme yang kini terus bergerak di Indonesia.

Baca Juga: Ungkap Kecemasan Lonjakan Covid-19 pada Libur Nataru, Berikut Kebijakan dari Pemerintah

Penyebaran radikalisme perlu diwaspadai, menyusul adanya sejumlah tokoh-tokoh yang berpengaruh disinyalir menjadi bagian dari jaringan terorisme.

Menyoroti hal tersebut, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R Ahmad Nurwakhid mengatakan tokoh-tokoh penting dapat menjadi pintu masuk.

Selain menjadi pintu masuk terorisme, tokoh penting tersebut sekaligus bisa menjadi pintu keluar bagi radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Omicron Jangkiti Anak Balita di Afrika Selatan : Jalani Rawat Inap di Rumah Sakit

“Tokoh penting seperti tokoh agama itu menjadi pintu masuk sekaligus potensial menjadi pintu keluar untuk radikalisme dan terorisme,” ujar Brigjen R Ahmad, dikutip dari pikiran-rakyat.com, Rabu. 1 Desember 2021.

Menurut Brigjen R Ahmad, dari indek potensi radikalisme berdasarkan survei BNPT di tahun 2019, 38 persen tokoh agama menjadi pintu masuk radikalisme dan terorisme.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X