Jaksa Agung : Pelaku Maling Uang Rakyat Penjahat Kemanusian : Perlu Ditumpas Bersama

- Sabtu, 27 November 2021 | 05:57 WIB
Ilustrasi Koruptor. Pelaku maling uang rakyat merupakan penjahat kemanusian yang perlu disikat bersama-sama, perlu diterapkan hukuman mati biar jera.  /Dok. Pikiran Rakyat
Ilustrasi Koruptor. Pelaku maling uang rakyat merupakan penjahat kemanusian yang perlu disikat bersama-sama, perlu diterapkan hukuman mati biar jera. /Dok. Pikiran Rakyat

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Kejahatan maling uang rakyat masih terus terjadi di Indonesia.

Pelaku dalam korupsi ini tidak juga jera-jera dalam beraksi, ini terbukti satu ditangkap yang lainnya muncul.

Tentunya yang perlu ada terobosan agar para pelaku maling uang rakyat tersebut jera dan tidak lagi melakukan aksinya.

Baca Juga: Meski PSIS Semarang Hanya Rebut Satu Poin dari Bhayangkara FC, Imran: Situasi di Lapangan Sulit

Sejumlah pihak meminta agar pelaku tindak kejahatan korupsi dihukum mati.

Hal ini agar para pelaku maling uang rakyat tidak lagi berani melakukan aksinya dan bagi masyarakat yang ingin melakukan aksi korupsi berpikir dua kali karena hukuman mati.

Hukuman mati bagi pelaku uang rakyat ini mendapat dukungan dari Jaksa Agung ST Burhanudin dan bahkan mendorong agar diterpakan hukuman mati bagi koruptor.

Baca Juga: Ekonom Rizal Ramli Sebut Maling Uang Rakyat Masih Marak : Pelaku Belum Ditangkap, Contoh Harun Masiku

"Saya menilai masyarakat masih memandang perlu adanya pidana mati bagi koruptor sebagai perlindungan HAM. Dan memenuhi harapan keadilan masyarakat," kata Burhanuddin, dikutip dari pikiran-rakyat.com, Sabtu, 27 November 2021.

Menurut Burhanuddin, pelaku maling uang rakyat merupakan penjahat kemanusian yang harus disikat.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X