Fadli Zon Anggap PPN Sembako Mencekik Rakyat, Staf Khusus Menteri Keuangan : Pemerintah Tak Akan Ngawur

- Jumat, 11 Juni 2021 | 06:21 WIB
Politisi Partai Gerindra Fadli Zon. /Instagram.com/@fadlizon
Politisi Partai Gerindra Fadli Zon. /Instagram.com/@fadlizon

JAKARTA,suaramerdeka-wawasan.com-Wacana pemerintah dalam memberlakukan PPN untuk sembako tidak saja mendapat tolakan dari masyarakat namun juga dari politikus. Dengan suara lantang politikus Fadli Zon menolak dengan tegas rencana kebijakan tersebut.

Politikus dari Partai Gerindra ini juga mendukung penuh masyarkat yang menolak kebijakan kenaikan sembako.

Rencana memberlakukan PPN untuk sembako dalam pasal 4A draf revisi UU No. 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) terdapat penghapusan barang kebutuhan pokok dan barang hasil pertambangan atau pengeboran, menurut Fadli Zon, tindakan yang menyengsarakan rakyat kecil.

Baca Juga: Final Kepagian = Nadal-Djokovic

“Setuju, harus ditolak rencana pajak untuk sembako, membuat hidup rakyat makin susah,” tulis Fadli Zon, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter @fadlizon, Kamis, 10 Juni 2021.

Dalam cuitan tersebut, Fadli turut mendukung Anggota DPR Komisi XI H. Kamrussamad yang juga menolak adanya aturan pajak sembako.

Ia mengatakan, pemberlakukan PPN untuk sembako dalam pasal 4A draf revisi UU No. 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) terdapat penghapusan barang kebutuhan pokok.

Bahkan barang hasil pertambangan atau pengeboran akan dihapus dari kelompok barang yang tidak dikenai PPN, sehingga nantinya barang tersebut akan dikenakan PPN.

“Hal ini akan ditolak, karena daya beli masyarakat belum sepenuhnya membaik sehingga membebankan rakyat kecil,” katanya, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun @kamrussamad_ks, Rabu, 9 Juni 2021.

“Kita akan menolak, jika ada kewajiban perpajakan baru yang membebani rakyat. Karena daya beli belum sepenuhnya membaik, ekonomi masih megap-megap. Ini namanya mencekik masyarakat,” katanya.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X