Covid-19 di 4 Negara Eropa Melonjak, Jubir Wiku Berharap Indonesia Tetap Jalankan Prokes Ketat

- Rabu, 24 November 2021 | 05:56 WIB
Ilustrasi Covid-19. sejumlah negara di Eropa alami kenaikan Covid-19 akibat pelonggaran prokes, Satgas penanganan Covid-19 berharap Indonesia tetap patuh jalankan prokes./Pixabay/mohamed_hassan
Ilustrasi Covid-19. sejumlah negara di Eropa alami kenaikan Covid-19 akibat pelonggaran prokes, Satgas penanganan Covid-19 berharap Indonesia tetap patuh jalankan prokes./Pixabay/mohamed_hassan

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Pelonggaran protokol kesehatan (prokes) dan tidak jalankannya dengan ketat akan dapat memicu penyebaran virus Covid-19 melonjak.

Hal ini seperti yang terjadi di sejumlah negara Eropa yang mengalami kenaikan Covid-19, karena adanya kelonggaran prokes.

Protokol kesehatan merupakan salah satu cara untuk mengatasi adanya penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Pelaku Seruan Jihad Perangi Densus 88 Tidak Ditahan, Tim Khusus Polri Lakukan Pembinaan

Selain prokes, juga diperlukan vaksinasi secara optimal, dua langkah protokol kesehatan dan vaksinasi diterapkan pemerintah Indonesia.

Tentunya kejadian di sejumlah negara di Eropa dengan adanya pelonggaran prokes tersebut bisa dijadikan pelajarab bagi penanganan Covid-10 di Indonesia.

Hal ini seperti diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.

Baca Juga: Pabrik Kacang Dua Kelinci Pati Terbakar, Ratusan Karyawan Berhasil Dievakuasi

Wiku Adisasmito mengungkapkan, kenaikan penyebaran Covid-19 di sejumlah negara Eropa disebabkan sikap tidak patuhnya pada protokol keseehatan.

Diungkapkan Wiku, sejumlah negara yang mengalami kenaikan Covid-19, Austria, Belanda, Belgia dan Jerman.

Wiku menjelaskan pada awal 2020 empat negara tersebut melakukan pembatasan aktivitas masyarakat dengan mengimplementasikan penguncian (lockdown) dan pengunaan wajib masker.

Baca Juga: Tawarkan Perempuan melalui WhatsApp di Indekos, Pria Mucikari Ditangkap Tim Tebas Polrestabes Semarang

"Namun, begitu kasus menurun di bulan Mei, keempat negara tersebut melonggarkan pembatasan, sehingga aktivitas kembali normal dan masker tidak menjadi kewajiban," tuturnya, dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, Rabu, 24 November 2021.

Dari hal tersebut, kata Wiku, bisa dipetik dan dijadikan pelajaran buat Indonesia.

Dengan demikian Wiku berharap Indonesia tidak melakukan pembukaan aktivitas secara tergesa-gesa dan tetap melakukan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga: Jandia Eka Putra Salah Jersey, PSIS Semarang Terancam Batal Menang

Hal tersebut sangta penting, ungkap Wiku, agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 seperti di empat negera tersebut.

Wiku menjelaskan, bahwa pemakaian masker sangat penting dan sangat berpengaruh menekan penularan Covid-19. ***

 

Halaman:
1
2

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X