Polri Selidki Seruan Jihad Melawan Densus 88 di Media Sosial : Tim Siber Lacak Pelaku

- Senin, 22 November 2021 | 10:33 WIB
lustrasi.  Seruan untuk menyerang dan perang  melawan  Densus 88 antiteror Polri muncul di media sosial, kini Polri melakukan penyelidikan. /Pixabay/saferinternetat
lustrasi. Seruan untuk menyerang dan perang melawan Densus 88 antiteror Polri muncul di media sosial, kini Polri melakukan penyelidikan. /Pixabay/saferinternetat

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Penangkapan tiga terduga teroris di Bekasi yang melibatkan oknum pengurus MUI berdampak.

Seruan tidak puas dengan kinerja Densus 88 Antiteror Polri muncul dengan seruan jihad untuk menghabisi Densus 88.

Selain seruan menyerang Densus 88 juga seruan untuk melakukan pembakaran pada pos-pos polisi.

Baca Juga: Lonjakan Covid-19 di Prancis Mengkhawatirkan , Vaksinasi Booster Ditingkatkan

Seruan tersebut beredar di media sosial, kini Polri melakukan penyelidikan terhadap seruan tersebut.

Seruan tersebut muncul, menyusul langkah Densus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris.

Dari ketiga terduga teroris tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga: Polisi Gerebek Pesta Mabuk Ngelem di Kamar Hotel di Sulawesi : 24 Pemuda-Pemudi Diamankan

Seruan jihad dan genderang perang sudah dikeluarkan untuk melawan Densus 88 Antiteror tersebut ditujukan kepada umat Islam, Ulama, dan pondok pesantren.

Dikutip suaramerdeka-wawasan.com dari berita pikiran-rakyat.com berjudul ''Beredar Seruan Jihad Perang Lawan Densus 88, Polri Bereaksi''.

Selain ajakan untuk jihad melawan Densus 88 Antiteror, pesan suara yang beredar tersebut juga mengajak melakukan pembakaran sejumlah kantor polisi.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X