Kritik Pengadaan Alat Kesehatan yang Cenderung Impor, Bamsoet: Jangan Sampai Dinikmati Asing

- Selasa, 8 Juni 2021 | 15:10 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo /Instagram.com/@bambang.soesatyo
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo /Instagram.com/@bambang.soesatyo

JAKARTA-suaramerdeka-wawasan.com – Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah menghentikan ketergantungan penyediaan alat kesehatan dari negara lain.

Menurutnya, sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian serius kepada industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri, sehingga bisa menjadi pemain utama dan tuan rumah di negara sendiri.

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyebutkan bahwa sektor industri farmasi dan alat kesehatan masuk dalam kategori high demand di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Bantu Tangani Lonjakan Kasus Covid-19, Ganjar Kirim 120 Tenaga Medis ke Kudus

''Di tengah pandemi Covid-19, sektor industri farmasi dan alat kesehatan masuk dalam kategori high demand. Masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan. Jangan sampai geliat kepedulian masyarakat terhadap sektor kesehatan ini justru dinikmati oleh asing," katanya.

Dilansir dari laman MPR, Selasa, 8 Juni 2021, Ketua MPR itu menuturkan bahwa pada 2021, pemerintah menyiapkan anggaran kesehatan hingga Rp300 Triliun.

Sementara itu, menurut Gabungan Alat Kesehatan Indonesia (Gakeslab) yang merujuk pada data Kementerian Keuangan, anggaran dalam APBN 2019 untuk pengadaan alat-alat kesehatan di rumah sakit pemerintah nilainya mencapai Rp9 Triliun dan pada 2020 meningkat menjadi Rp18 Triliun karena adanya pandemi Covid-19.

''Jika digabungkan dengan anggaran APBD, BUMN, dan swasta total belanja alat-alat kesehatan di Indonesia rata-rata berkisar Rp50 Triliun per tahun. Sangat disayangkan jika anggaran pengadaan Alkes sebesar itu lebih banyak dinikmati oleh produsen Alkes luar negeri,'' kata Bamsoet.

Bambang Soesatyo menyatakan bahwa berdasarkan data Kementerian Perindustrian, kemampuan industri farmasi di Indonesia saat ini ditopang oleh 220 perusahaan.

Sebanyak 90 persen dari perusahaan farmasi tersebut fokus di sektor hilir dalam memproduksi obat-obatan dengan tantangannya, pemerintah harus terus berupaya untuk menekan impor pengadaan bahan baku, khususnya di sektor hulu industri farmasi.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X