Soal Keuangan PT Garuda Indonesia yang Terpuruk, Yenny Wahid: Rela Tak Digaji Demi Selamatkan Garuda

- Senin, 7 Juni 2021 | 11:12 WIB
Komisaris Independen Garuda Indonesia, Yenny Wahid.* //Instagram/@yennywahid
Komisaris Independen Garuda Indonesia, Yenny Wahid.* //Instagram/@yennywahid

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com- Masalah keuangan PT Garuda Indonesia (persero) Tbk (GIAA) disituasi yang tidak sehat, akibat beban utang Rp 70 triliun jadi perhatian Komisaris Independen Garuda Indonesia, Yenny Wahid.

Yeny Wahid mengatakan, sejumlah pegawai diminta untuk pensiun lebih cepat. selain itu, Yeny Wahid juga mengatakan bahwa dirinya rela tidak digaji demi menyelamatkan Garuda dari keuangan tidak sehat.

Dia mengungkapkan jajaran komisaris maskapai pelat merah itu sedang berupaya keras untuk melakukan penghematan seperti biaya sewa pesawat.

Baca Juga: Ratusan Tanaman Ganja Ditanam dengan Sistem Hidroponik di Brebes Digerebek Polisi

"Ratusan miliar kita hemat per bulannya sejak pandemi. Bahkan pengorbanannya nggak sampai disitu, tapi juga rela nggak digaji," kata Yenny Wahid dalam wawancara ekslusif melalui telepon dengan Pikiran-rakyat.com, Minggu, 6 Juni 2021.

Yenny menjelaskan dampak Covid-19 memang membuat banyak industri terdampak berat, mulai dari industri perhotelan, penerbangan dan lain-lain.

Banyak maskapai di dunia mengalami kepailitan dan sebagian harus diinjeksi oleh pemerintahnya untuk bisa tetap bertahan.
"Pemerintah Indonesia tentu harus fokus pada upaya penyelamatan manusia dulu, baru belakangan memikirkan pesawat," kata Yenny.

Namun demikian, kata dia, saat pandemi Covid-19, Garuda banyak melakukan tugas-tugas kemanusiaan untuk membantu pemerintah dan masyarakat. Tugas tersebut mulai dari mengangkut vaksin, sampai merepatriasi masyarakat Indonesia yang terlantar di luar negeri.

Baca Juga: Kementrian PUPR Buka CPNS, Daftar di Portal SSCASN https://sscasn.bkn.go.id.

Garuda juga mengupayakan keamanan masyarakat ketika terbang dengan melakukan social distancing walaupun harus terbang rugi.
Soal hutang operasional Garuda yang semakin membengkak karena pendapatan yang hilang, manajemen telah melaporkan kepada para pemegang saham, termasuk langkah2 maupun opsi-opsi penyelamatannya.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

Tahan Ivan Dwi Kusuma, KPK Jelaskan Kronologi Perkara

Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:34 WIB

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X