Masalah Utang BUMN yang Membengkak, Gus Ami: Perlu Evaluasi Mendalam

- Sabtu, 5 Juni 2021 | 18:34 WIB
Kementerian BUMN. /DOK. BUMN
Kementerian BUMN. /DOK. BUMN

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com-Pendemi covid-19 hingga saat ini belum selesai. Dampak dari covid-19 telah mengubah berbagai hal. Tak hanya tatanan kebiasaan masyarakat namun juga berdampak kepada kondisi perekonomian yang kian merosot.

Ancaman resesi pun tak bisa dihindari. Namun hal ini terjadi memang tak hanya di Indonesia namun sejumlah negara juga mengalami ancaman yang sama.

Terkait dampak tersebut, hal itu juga mempengaruhi kondisi utang negara. Bahkan membengkaknya utang sejumlah perusahaan BUMN.

Baca Juga: Rencana Sekolah Tatap Muka, Satgas Covid-19: Kesehatan dan Keamanan Siswa Harus Diprioritaskan

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Gus Ami pun menyoroti hal itu.

Membengkaknya utang sejumlah perusahaan BUMN ini menjadi perhatian serius.

“Ini adalah problem yang terus terjadi. Saya pikir perlu segera melakukan terobosan-terobosan yang baik, evaluasi mendalam. Jangan sampai BUMN kebanggaan kita malah terpuruk begini,” kata Gus Ami di Jakarta, Jumat, 4 Juni 2021.

Baca Juga: Update Virus Corona di Indonesia Sore Tadi 5 Juni 2021, Positif Naik 6.594, Meninggal 153 Orang

Dikatakan pula bahwa beberapa perusahaan pelat merah kini terlilit utang mencapai Rp1.682 triliun pada periode Januari-September 2020.

Bahkan, jumlahnya juga melesat dari tahun-tahun sebelumnya, yakni Rp1.251,7 triliun pada 2018 dan Rp1.393 triliun pada 2019. Sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman resmi PKB.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

Tahan Ivan Dwi Kusuma, KPK Jelaskan Kronologi Perkara

Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:34 WIB

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X