Densus 88 Ungkap Pendanaan Teroris Kelompok JI, Kemenag Minta Masyarakat Hati-hati Salurkan Infaq

- Kamis, 18 November 2021 | 07:10 WIB
Ilustrasi teroris. Densus 88 Antiteror Polri ungkap pendanaan teroris  kelompok  JI, masyarakat diminta salurkan infaq pada tempat yang bisa dipertanggungjawabkan dan tidak dipergunakan untuk aksi teroris. /PMJ News
Ilustrasi teroris. Densus 88 Antiteror Polri ungkap pendanaan teroris kelompok JI, masyarakat diminta salurkan infaq pada tempat yang bisa dipertanggungjawabkan dan tidak dipergunakan untuk aksi teroris. /PMJ News

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Setelah melakukan penangkapan terhadap pemimpin Jamaah Islamiyah (JI) dan 3 terduga teroris di Bekasi, Densus 88 Polri mendalami pendanaan JI.

Dari hasil pendalaman diketahui penggalangan dana oleh kelompok JI digunakan untuk aksi teroris ada dua sumber pemasukkan.

Hal ini disebutkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Rusdi Hartono.

Baca Juga: Pembunuhan Sadis di Padalarang , Bandung Diduga Dipicu Minuman Keras dan Utang Piutang

Menurut Brigjen Pol Rusdi, kelompok JI terus berupaya untuk melakukan penggalangan dana untuk mempertahankan eksistensi kelompok teroris JI.

Hal ini, kata Brigjen Rusdi, sebuah organisasi untuk bisa mempertahankan kegiatannya membutuhkan dana, demikian juga untuk kelompok teroris JI.

Dalam pendanaan kelompok terorsi JI ada dua yaitu pertama pendanaan diperoleh dari internal melalui infak yang diberikan oleh seluruh anggota kelompok teroris JI.

Baca Juga: Pengangkatan Imran Nahumarury Sebagai Pelatih Kepala PSIS Semarang Sesuai Regulasi, Bagaimana Sebenarnya?

Sedangkan pendanaan yang kedua, melalui ekstrnal dengan mendirikan LAM BM ABA, suatu lembaga yang dibuat JI dengan berkedok kegiatan pendidikan dan sosial.

Dari dana-dana yang sudah terkumpul, kata Brigjen Rusdi, sebagian ada yang digunakan untuk menggerakan kelompok teroris JI.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X