Kebocoran Data 279 Juta Peserta BPJS Kesehatan Diselidiki Mabes Polri

- Senin, 31 Mei 2021 | 20:33 WIB
Ilustrasi kebocoran data BPJS Kesehatan.Pixabay/B_A
Ilustrasi kebocoran data BPJS Kesehatan.Pixabay/B_A

SM Wawasan. Petugas Bareskrim Polri mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus BPJS kesehatan. Dimana telah diketahui sebanyak 279 juta data peserta BPJS kesehatan bocor dan diperjualbelikan.

Penyelidikan akan dimulai dari pemeriksaan terhadap vendor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan. Bareskrim Polri akan mengusut secara tuntas kasus yang merugikan negara miliaran rupiah ini.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono menyampaikan, petugas penyidik Bareskrim akan mulai melakukan pemeriksaan pada 2 Juni mendatang.

"Rencana penyidik akan memintai keerangan 2 Juni. Untuk sementara ada 5 vendor yang akan diperiksa. Lima vendor ini ada di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum,'' kata Argo di Mabes Polri, Senin,31 Mei 2021.

Baca Juga: Sebut Megawati Tak Melawan Kehendak Rakyat, Ketum Jokowi Mania Siap Dukung Ganjar di Pilpres 2024

Dijelaskan oleh Argo, surat panggilan terhadap lima direktur vendor sudah dilayangkan. ''Kita tunggu saja hasil keterangan lima direktur vendor. ''Moga bisa membuka tabir kasusnya,''ujar Argo.

Penyidik kata Argo, juga telah memeriksa empat orang saksi dari BPJS Kesehatan dan juga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Sekarang sedang memeriksa 2 orang dari BPJS dan dua orang dari BSSN," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 279 juta peserta BPJS diduga bocor dan diperjualbelikan. Data tersebut mencakup nomor induk kependudukan, kartu tanda penduduk (KTP), nomor telepon, email, nama, alamat, hingga gaji.

Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi dalam keterangan resmi mengakui bahwa terjadi kebocoran data yang diduga milik dari BPJS Kesehatan.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

X