Jaksa Agung Keluarkan Pedoman Pemakai Narkoba Direhabilitasi, DPR : Pengedar dan Bandar Harus Dipenjara

- Selasa, 9 November 2021 | 10:54 WIB
Ilustrasi narkoba. Jaksa Agung keluarkan pedoman bagi pemakai atau pengguna narkoba cukup dirahabilitasi saja, yang dipenjara pengedar dan bandar, terobosan ini disambut bak anggota DPR  /Pixabay/RenoBeranger
Ilustrasi narkoba. Jaksa Agung keluarkan pedoman bagi pemakai atau pengguna narkoba cukup dirahabilitasi saja, yang dipenjara pengedar dan bandar, terobosan ini disambut bak anggota DPR /Pixabay/RenoBeranger

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Guna mengantisipasi terjadinya over kapasitas di seluruh lembagi pemasyarakatan (LP) pemerintah akan meberlakukan terobosan aturan.

Dimana pada saat ini seluruh LP yang ada di Indoensia, rata-rata dihuni oleh pelaku penyalahgunaan narkoba.

Langkah guna mengantisipasi terjadinya over kapasitas di LP, jaksa agung mengeluarkan pedoman bagi penyalahgunaan narkoba untuk direhabilitasi.

Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Terjadi di Sejumlah Negara, Koordinator PPKM Luhut : Karantina Direncanakan 7 Hari

Langkah Jaksa Agung tersebut ditanggapi Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah Jaksa Agung.

Hal ini menurut Ahmad Sahroni, bisa menjadi solusi persoalan kelebihan kapasitas di lapas.

”Pedoman tersebut memang sangat dibutuhkan karena kelebihan kapasitas lapas yang terjadi di banyak daerah di Indonesia. Saya menyambut baik keputusan ini,'' ungkap Ahmad Saroni, dikutip dari pikiran-rakyat.com, Selasa, 9 November 2021.

Baca Juga: BMKG Sebut Puncak Fenomena La Nina akan Terjadi pada Januari - Febrirai 2022, Daerah Diminta Waspada.

Menurut Ahmad Saroni, Komisi III juga sudah berkali-kali menyuarakan agar para napi yang merupakan pemakai narkoba lebih baik direhabilitasi.

Ahmad Saroni menyebutkan kondisi Lapas di Indonesia sudah penuh jadi yang dimasukkan ke penjara pengedar narkoba dan bandar besarnya.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X