2 Anak Terkena Peluru Nyasar di Papua, KontraS Mendesak Pemerintah Mengusut Tuntas

- Senin, 1 November 2021 | 08:26 WIB
Ilustrasi KKB. melakukan penyerangan ke Pos Koramil dan Polsek dan terjaadi baku tembak dengan Satgas TNI-Polri yang mengakibatkan dua anak terkena peluru nyasar, satu tewas. /Pixabay/Clker-Free-Vector-Images
Ilustrasi KKB. melakukan penyerangan ke Pos Koramil dan Polsek dan terjaadi baku tembak dengan Satgas TNI-Polri yang mengakibatkan dua anak terkena peluru nyasar, satu tewas. /Pixabay/Clker-Free-Vector-Images

PAPUA, suaramerdeka-wawasan.com - Kebringasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua mendapat perhatian serius kalangan masyarakat.

Hal ini mengingat aksi KKB sudah dinilai keterlaluan, ketika melakukan penyerangan terhadap kantor koramil dan Polsek mengakibatkan dua anak menjadi korban peluru nyasar.

Peluru nyasar tersebut terjadi setelah KKB melakukan baku tembak dengan Satgas TNI-Polri.

Baca Juga: Diduga Dendam dengan Wanita, Pria Berwajah Joker Tusuk 17 Penumpang Kereta Api di Tokyo

Dua anak korban peluru nyasar tersebut mengakibatkan seorang anak meninggal dunia dan seorang anak mengalami luka tembak di punggung.

Atas kejadian tersebut, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) meminta untuk pengusutan secara tuntas peristiwa tertembaknya dua anak tersebut.

Dua anak yang menjadi korban peluru nyasar tersebut masing-masing Nopelinus Sondegau (2 tahun) dan Yoakim Mazau (6 tahun).

Baca Juga: Menyandang Status Janda, Aura Kasih Pilih Salurkan Hasratnya dengan Belajar Hypnotherapi

KontraS menilai bahwa peristiwa tersebut merupakan bagian dari konflik yang tidak berkesudahan dan pada akhirnya hanya menimbulkan kerugian bagi warga sipil.

Dengan adanya peristiwa tersebut, KontraS mendesak pada pemerintah agar akses informasi guna mengetahui secara pasti tertembaknya dua anak yang tertembak tersebut.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X