Aksi Pinjol Selalu Memburu Masyarakat yang Kesulitan Uang, Polisi : Tetapkan 13 Tersangka

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:34 WIB
Ilustrasi pinjaman online keberadaannya selalu merugikan masyarakat, polisi kini terus melakukan penggerebekan pinjol ilegal. . /Pixabay/mohamed_hassan
Ilustrasi pinjaman online keberadaannya selalu merugikan masyarakat, polisi kini terus melakukan penggerebekan pinjol ilegal. . /Pixabay/mohamed_hassan

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Dalam penyidikan terhadap kasus pinjaman online (Pinjol) ilegal, Polisi menemukan bukti sistem menggelabui.

Hal ini terungkap dalam penyidikan yang dilakukan Pinjol ilegal yang berhasil digerebek Polda Metro Jaya beberapa waktu yang lalu.

Polda Metro Jaya telah melakukan penggerebkan terhadap lima kantor Pinjol ilegal masing-masing PT Indo Tekno Nusantara, kemudian PT di Kelapa Gading Jakarta Utara.

Baca Juga: Kapolri dan Panglima TNI Beri Semangat Prajurit TNI-Polri Bertugas Kamtibmas di Papua

Selain itu juga perusahaan pinjol di Karet Pasar Baru, di Tanah Abang Jakarta Pusat dan terakhir berada di Kelapa Dua Tangerang Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan dalam aksinya pelaku Pinjol ilegal dalam aksinya menggunakan sistim gurita.

Menurut Kombes Yusri, pada saat seseorang kesulitan membayar hutang dari aplikasi legal, maka karyawan lain menawarkan pinjaman melalui aplikasi Pinjol ilegal.

Baca Juga: Ekonomi di Afghanistan Terpuruk , Jutaan Warga Terancam Kelaparan, Taliban Diminta Bayar Gaji Pegawai

Dengan demikian bisa disimpulkan Pinjol legal sering dijadikan solusi untuk aksi Pinjol ilegal.

Hal ini, kata Yusri, dilakukan oleh pelaku Pinjol ilegal untuk mengelabui polisi ketika melakukan penggerebekan.

“Jadi, yang legal itu dijadikan sebagai satu etalase saja. Tapi sebenarnya dia juga bermain di (aplikasi) ilegal,” kata Yusri dikutip suaramerdeka-wawasan.com dari Pikiran-Rakyat.com, Sabtu 23 Oktober 2021.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X