Beredar Kabar di Dalam LP Cipinang Muncul Pedagang Sabu Keliling, Kalapas : akan Melakukan Pengecekan

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:47 WIB
Ilustrasi sabu-sabu yang kini diduga marak beredar di dalam LP Cipanang. /PotensiBadung
Ilustrasi sabu-sabu yang kini diduga marak beredar di dalam LP Cipanang. /PotensiBadung

JAKARTA, suarmerdeka-wawasan.com - Bisnis peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakat (Lapas) masih terus terjadi.

Bahkan bukan saja peredaran narkoba yang terjadi di dalam lapas namun juga dikabrakan adanya sewa tikar untuk tidur ddi dalam sel tahanan.

Bagi narapidana (napi) yang berduit hidup di dalam penjara bisa berbuat seperti di dalam rumah, kamar bisa didesain senyaman-nyamannya dengan menggunakan AC dan TV.

Baca Juga: 14 Rekening Nasabah BTPN Dikuras Penjahat, Polisi : 2 Dibekuk , Kerugian Rp 2 Miliar :

Sedangkan napi yang tak berduit tak bisa menikmati fasilitas yang mewah, napi tak berduit harus tidur hanya beralaskan tikar.

Bisnis narkotika hingga jual beli kamar penjara di Lapas Kelas 1 Cipinang kembali tercium.

Kasus ini pun kini menjadi perbincangan setelah beredar di media massa maupun di media sosial.

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi di Bali, Pagelaran Kesenian Kembali Dibuka : Jalankan Prokes Ketat

Dalam video yang diunggah oleh Narasi TV, diketahui bisnis penjualan narkotika masih terjadi di balik jeruji besi.

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Penjara atau Rumah? Kamar Narapidana di Lapas Kelas 1 Cipinang Disorot, Bisnis ‘Haram’ Juga Marak''.

Mereka menyebut bandar yang menjajakan sabu itu dengan sebutan PSK (pedagang sabu keliling).

Baca Juga: Brigadir NP Banting Mahasiswa Diperiksa Propam, Kapolda Banten dan Kapolres Minta Maaf

Selain maraknya penjualan sabu, di lapas itu juga siapa yang memiliki uang bisa hidup dengan enak.

Hal itu terlihat dari beberapa kamar yang dihuni narapidana didalamnya diisi dengan berbagai perabotan mulai dari TV, kasur, AC Portabel, peralatan lainnya layaknya di rumah hingga pemanis ruangan akuarium.

Dalam informasi yang diterima, Kamis 14 Oktober 2021, di video itu juga, terlihat upaya wartawan untuk melakukan konfirmasi ke Kalapas Kelas 1 Cipinang, Tonny Nainggolan.

Baca Juga: Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Sulsel, Ibu Korban Batalkan Pemeriksaan ke Dokter Spesialis Kandungan

Namun, si pejabat mengaku tak mengetahui adanya kegiatan tersebut.

''Saya akan cek dulu, namun setahu saya negara selama ini hanya memberikan tikar bagi mereka yang selama ini ada di dalam penjara," ujarnya seperti yang dikutip Pikiran-Rakyat.com di Narasi TV.

Tonny mengaku meminta waktu untuk memastikan apakah laporan yang ditemukan itu ada di dalam lapasnya atau tidak.

Karena sepengetahuannya hal itu sudah tidak ada apalagi beberapa waktu lalu juga sudah dilakukan razia besar-besaran. (Satrio Widianto/Pikiran-Rakyat.com)

 

Halaman:
1
2
3

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X