14 Rekening Nasabah BTPN Dikuras Penjahat, Polisi : 2 Dibekuk , Kerugian Rp 2 Miliar :

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:06 WIB
Ilustrasi pembobolan rekening  14 nasabah Bank BTN dengan kerugian Rp 2 miliar, 2 ditangkap 2 kabur. /Pixabay/mohamed_hassan
Ilustrasi pembobolan rekening 14 nasabah Bank BTN dengan kerugian Rp 2 miliar, 2 ditangkap 2 kabur. /Pixabay/mohamed_hassan

JAKARTA, suarmerdeka-wawasan.com - Kasus pembobolan rekening dengan korban 14 nasabah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dibongkar Polda Metro Jaya.

Dua tersangka ditangkap dalam sebuah penyergapan masing-masing berinisial D dan O di daerah Sumatra.

Dengan tertangkapnya dua tersangka tersebut, kini polisi masih melakukan pengejaran terhadap dua tersangka lainnya.

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi di Bali, Pagelaran Kesenian Kembali Dibuka : Jalankan Prokes Ketat

Kedua tersangka yang masih diburu polisi, identitasnya sudah diketahui.

Dalam kasus pembobolan 14 rekening milik nasabah bank BPTN kerugiannya mencapai Rp 2 miliar.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka yang sudah berhasil ditangkap tersebur ternyata berprofesi sebagi petani dan kuli bangunan.

Baca Juga: Brigadir NP Banting Mahasiswa Diperiksa Propam, Kapolda Banten dan Kapolres Minta Maaf

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan adanya pengungkapan kasus pembobolan rekening 14 nasabah bank BTPN.

"Ini pengungkapan kasus ilegal akses, korban 14 nasabah bank yang merasa tidak pernah melakukan transaksi tapi isi rekeningnya pindah semua ke rekening tersangka ini," kata Kombes Yusri dikutip dari Pikiran-Rakyat.com pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Menurut Yusri modus operandi yang digunakan pelaku dalam beraksi dengan melakukan pemanggilan terhadap korban dengan mengaku sebagai petugas BTPN.

Baca Juga: Oknum Polisi Banting Mahasiswa Dalam Demo di Tangerang, KontraS : Sikap Kekerasan

Korban lalu disuruh mengirimkan login terdaftar dengan mengisi data nasabah dan OTP, begitu pelaku mendapatkan akun nasabah langsung pelaku menguras uang yang ada dalam rekening nasabah.

Dalam penangkapan terhadap kedua terasngka ini, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti di antaranya ponsel, kartu ATM dan sepucuk senjata api.

Keduanya dijerat dengan Pasal 30 jo Pasal 46 jo Pasal 32 Jo Pasal 48 Jo Pasal 35 Jo Pasal 52 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Baca Juga: Staf Khusus Menteri Agama : Pergeseran Hari Libur Keagamaan untuk Kewaspadaan Covid-19

Sealin itu, kedua tersangka juga dijerat, Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api. Ancaman hukumannya juag 12 tahun penjara.

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Kuras Habis Saldo Korban, Pembobol Rekening Nasabah Bank BTPN Ternyata Seorang Kuli Bangunan dan Petani''. ***

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X