Oknum Polisi Banting Mahasiswa Dalam Demo di Tangerang, KontraS : Sikap Kekerasan

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:52 WIB
Viral di Twitter polisi membanting seorang mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang. //Tangkap layar Twitter.com/@AksiLangsung
Viral di Twitter polisi membanting seorang mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang. //Tangkap layar Twitter.com/@AksiLangsung

TANGERANG, suarmerdeka-wawasan.com - Demo mahasiswa di depan kantor Bupati Tangerang diwarnai dengan aksi kekerasan oleh sejumlah petugas polisi.

Peristiwa demo mahasiswa tersebut terjadi pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Dalam peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah oknum polisi terlihat dengan jelas dari unggahan video seorang mahasiswa dibanting hingga jatuh tersungkur.

Baca Juga: PSIS Semarang Targetkan Point Penuh dari Persik Kediri di Lanjutan BRI Liga 1

Mahasiswa yang dibanting saat melakukan unjuk rasa ini diketahui bernama Fariz.

Peristiwa demo mahasiswa di depan kantor Bupati Tangerang ini pada saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang.

Meski dilakukan kekerasan, mahasiswa Fariz mengaku hanya merasakan pegal-pegal saja akibat dibanting oleh oknum polisi.

Baca Juga: Ibadah Umrah Kembali Dibuka untuk Jamaah Indonesia : Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Tindakan kekerasan dalam pengamanan demo mahasiswa ini mendapat sorotan dari masyarakat dan sejumlah kalangan masyarakat.

Masyarakat mempertanyakan tindakan yang arogan oknum polisi tersebut, apakah tindakan tersebut tidak menyalahi prosedur.

Menanggapi peristiwa kekerasan tersebut, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mempertanyakan tindakan polisi yang melakukan pengamanan dengan kekerasan.

Baca Juga: Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Sulsel, Ibu Korban Batalkan Pemeriksaan ke Dokter Spesialis Kandungan

Kontras mempertanyakan dalam melakukan tindakan pengamanan yang seharusnya dilakukan secara humanis tidak perlu menggunakan kekerasan.

“Dari video itu memperlihatkan penggunaan kekuatan secara berlebihan yg dilakukan oleh anggota kepolisian Banten. Tidak sesuai dgn asas nesesitas, yg seharusnya penggunaan kekuatan dapat dilakukan bila memang diperlukan dan tidak dapat dihindarkan berdasarkan situasi yang dihadapi,” katanya, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter @KontraS, Rabu, 13 Oktober 2021.

Peristiwa tindakan dengan kekerasan oleh oknum polisi sangat disayangkan, kontras meminta agar dalam penanganan atau pengamanan, kepolisian melakukan tindakan secat humanis seperti yang selalu dicanangkan.

Baca Juga: Waspada Virus Mematikan Black Death Bangkit, Epidemiolog Rusia : Berasal dari Tikus

Jangan sampai polisi bertindak secara humanis dalam bertindak hanya sebagi selogan saja.

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Mahasiswa Kena Smackdown Polisi di Tangerang Ungkap Kondisi: Saya Enggak Mati''. ***

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X