Staf Khusus Menteri Agama : Pergeseran Hari Libur Keagamaan untuk Kewaspadaan Covid-19

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:55 WIB
Ilustrasi kalender hari libur keagamaan digeser guna mengantisipasi lonjakan kasu Covid-19 yang kini masih mengancam.. //Pixabay/Andreas Lischka
Ilustrasi kalender hari libur keagamaan digeser guna mengantisipasi lonjakan kasu Covid-19 yang kini masih mengancam.. //Pixabay/Andreas Lischka

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Kritikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap pemerintah yang menggeser hari libur peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW pada 20 Oktober 2021 ditanggapi Kemenag.

Dimana peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW sebagaiman jatuh pada 19 Oktober 2021 namun digeser pemerintah menjadi 20 Oktober 2021.

Staf Khusus Menteri Agama (Kemenag) Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengatakan pemerintah menggeser hari libur keagamaan tak lain untuk kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga: Kepala BNPT : Keberadaan Densus 88 Antiteror Masih Dibutuhkan untuk Penegakan Hukum Pelaku Terorisme

Hal ini, kata Wibowo, mengingat penyebaran virsu Covid-19 di Indonesia masih terjadi, meski kini sudah melandai.

Namun diungkapkan Wibowo pemerintah hingga saat ini masih melakukan langkah-langkah agar Covid-19 tidak melonjak seperti sebelumnya.

“Kebijakan ini sangat relevan sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru Covid-19,” kata Wibowo dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, Rabu 13 Oktober 2021.

Baca Juga: Tragedi Bom Bali 19 Tahun yang Lalu, Berikut Cerita Pelaku Ali Imron Tentang Kelompoknya

Dijelaskan Wibowo meski pendemi Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan namun tidak boleh lengah dan tetap disiplin dalam menerapkan prtokol kesehatan.

Menurut Wibowo, keberhasilan penanganan Covid-19 tak lepas dari upaya serius pemerintah dan dukungan umat beragama di Indonesia dalam menerapkan protokol kesehatan.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X