Kepala BNPT : Keberadaan Densus 88 Antiteror Masih Dibutuhkan untuk Penegakan Hukum Pelaku Terorisme

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:14 WIB
Ilustrasi. Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror keberadaannya masih dibutuhkan untuk penindakan hukum pelaku terorsime.  /Pikiran-Rakyat.com/ARMIN ABDUL JABBAR
Ilustrasi. Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror keberadaannya masih dibutuhkan untuk penindakan hukum pelaku terorsime. /Pikiran-Rakyat.com/ARMIN ABDUL JABBAR

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Dalam melakukan penindakan terhadap aksi terorisme dan radikalisme di Indonesia perlu adanya lembaga yang melakukan penindakan.

Pada saat ini pemerintah telah mempercayakan Densus 88 Antiteror untuk melakukan penindakan aksi terorisme di Indonesia.

Selain Densus 88 juga ada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang ditugasi oleh pemerintah untuk mengatasi aksi terorisme.

Baca Juga: Tragedi Bom Bali 19 Tahun yang Lalu, Berikut Cerita Pelaku Ali Imron Tentang Kelompoknya

Densus 88 Antiteror dalam kinerja sudah terbukti melakukan penangakapan maupun menggagalkan aksi terorisme di Indonesia.

Namun kinerja Densus 88 Antiteror ini mendapat reaksi keras dari anggota DPR Fadli Zon bahkan dengan tegas meminta Densus 88 Antiteror dibubarkan.

Alasan Fadli Zon karena pasukan khusus Densus 88 Antiteror Polri dianggap oleh Fadli Zon telah menyebarkan narasi kebencian terhadap islam (Islamofobia).

Baca Juga: 5 Mucikari Prostitusi Online di Apartemen Kalibata City Jakarta Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Menanggapi usulan pembubaran Densus 88 Antiteror, Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan kalau Densus 88 Antiteror dibubarkan, lantas yang melaksanakan penegakan hukum kejahatan terorisme siapa ?

"Ya tentunya dalam sistem penanggulangannya untuk terorisme penegakan hukumnya dilakukan oleh Densus 88. Jadi, tetap dibutuhkan dalam konteks penegakan hukum terorisme. Kalau dibubarkan yang melaksanakan penegakan hukumnya siapa?," kata Boy Rafli Amar, dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, Rabu 13 Oktober 2021.

Menurut Komjen Boy Rafli keberadaan Densus 88 Antiteror tetap dibutuhkan untuk melakukan tindakan hukum terhadap pelaku terorisme.

Baca Juga: BNPT Siap Diskusi pada Orang yang Tak Percaya Radikalisme dan Terorisme : 1.350 Tersangka Ditangkap

Kinerja Densus 88 Antiteror, kata Boy Rafli, sudah bisa dibuktikan dan hasilnya ribuan pelaku terorisme ditangkap.

Sementara Boy Rafli menjelaskan kalau BNPT bertugas atau fokus pada bidang pencegahan, kerja sama, dan koordinasi dalam konteks penanggulangan yang berbasiskan pada pembangunan kesejahteraan membangun kesadaran masyarakat agar waspada.

Diungkapkan Boy Rafli, jadi tugas Densus 88 Antiteror dan BNPT itu berbeda. Penyidikan kejahatan terorisme bagian Densus 88.

Untuk itu, BNPT mengajak masyarakat dan semua pihak untuk saling bekerja sama, mewaspadai adanya ideologi terorisme yang berkaitan dengan sentimen agama. ***

 

 

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X