Tragedi Bom Bali 19 Tahun yang Lalu, Berikut Cerita Pelaku Ali Imron Tentang Kelompoknya

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:15 WIB
Ilustrasi bom, bagaimana sadisnya pelaku meledakan bom pada 19 tahun yang lalu di Bali dengan menewaskan ratusan orang meninggal dunia. . /Pixabay/Juhele
Ilustrasi bom, bagaimana sadisnya pelaku meledakan bom pada 19 tahun yang lalu di Bali dengan menewaskan ratusan orang meninggal dunia. . /Pixabay/Juhele

BALI, suaramerdeka-wawasan.com - Kesadisan aksi teroris teringat ketika pada tanggal 12 Oktober 2002,  19 tahun yang lalu.

Dimana di Indonesia telah terjadi ledakan bom yang menelan korban jiwa sebanyak 200 jiwa meninggal dunia.

Peristiwa ledakan bom tersebut dikenal dengan peristiwa bom Bali 1 yang meladak pada 12 Oktober 2002 di Bali.

Baca Juga: 5 Mucikari Prostitusi Online di Apartemen Kalibata City Jakarta Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Dari peristiwa tersebut, bisa diketahui bagaimana sadisnya pelaku teroris bila sudah melakukan aksi jahatnya.

Dimana para pelaku bom Bali pada saat itu meledakan dua tempat sekaligus di Kota Bali.

Dua tempat yang diledakan terorsi tersebut merupakan tempat yang sering dipadati warga negara asing atau turis yaitu klub malam Paddy's Pub dan Sari Club.

Baca Juga: MUI : Hari Libur Harusnya Mengikuti Hari Libur Keagamaan Bukan Sebaliknya : Digeser Sudah Tak Relevan

Selain itu, pelaku teroris juga meledakan bom di Konsultan Amerika Serikat, dimana korban dalam peristiwa tersebut ada 200 jiwa tewas.

Pelaku bom Bali Ali Imron yang merupakan aktor dari peledakan bom Bali yang kini mendekam dalam penjara selama seumur hidup menceritak bagaimana kedua pelaku lainnya Imam Samudra dan Mukhlas tidak bertanggung jawab ketika Amrozi tertangkap polisi.

Karena tidak bertanggung jawab, Ali Imron mengaku kecewa dengan Imam Samudra dan Mukhlas.

Baca Juga: Sektor Ekonomi di Afghanistan Terpuruk . Taliban: Amerika Serikat akan Beri Bantuan Kemanusiaan

Ketika tahu Amrozi tertangkap polisi, Ali Imron langsung pergi ke Gresik untuk menemui pemimpinnya yakni Imam Samudera dan Mukhlas.

"Saya laporan ke Mukhlas sebagai pimpinan sama Imam Samudera (sebagai) pimpinan lapangan. Apa Mukhlas memutuskan (setelah tahu Amrozi tertangkap)? 'Kalau gitu kita lari sendiri-sendiri.'," sebut Ali Imron meniru ucapan Mukhlas kepadanya kala itu, dikutip dari Pikiran-rakyat.com, Selasa 12 Oktober 2021.

Ali Imron kemudian memutuskan kabur ke sebuah desa terpencil di Kalimantan dan akhirnya ditangkap polisi tanpa perlawanan.

Baca Juga: BNPT Siap Diskusi pada Orang yang Tak Percaya Radikalisme dan Terorisme : 1.350 Tersangka Ditangkap

Ketika Mukhlas dan Amrozi dihukum mati, Ali Imron mendapatkan hukuman lebih ringan yakni penjara seumur hidup karena menyesali perbuatannya dan meminta maaf.

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di Pikiran-Rakyat.com berjudul ''19 Tahun Tragedi Bom Bali, Ali Imron Bongkar Kebusukan 2 Pimpinan Saat Amrozi Tertangkap''. ***

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X