Tragedi Bom Bali 19 Tahun yang Lalu, Berikut Cerita Pelaku Ali Imron Tentang Kelompoknya

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:15 WIB
Ilustrasi bom, bagaimana sadisnya pelaku meledakan bom pada 19 tahun yang lalu di Bali dengan menewaskan ratusan orang meninggal dunia. . /Pixabay/Juhele
Ilustrasi bom, bagaimana sadisnya pelaku meledakan bom pada 19 tahun yang lalu di Bali dengan menewaskan ratusan orang meninggal dunia. . /Pixabay/Juhele

Karena tidak bertanggung jawab, Ali Imron mengaku kecewa dengan Imam Samudra dan Mukhlas.

Baca Juga: Sektor Ekonomi di Afghanistan Terpuruk . Taliban: Amerika Serikat akan Beri Bantuan Kemanusiaan

Ketika tahu Amrozi tertangkap polisi, Ali Imron langsung pergi ke Gresik untuk menemui pemimpinnya yakni Imam Samudera dan Mukhlas.

"Saya laporan ke Mukhlas sebagai pimpinan sama Imam Samudera (sebagai) pimpinan lapangan. Apa Mukhlas memutuskan (setelah tahu Amrozi tertangkap)? 'Kalau gitu kita lari sendiri-sendiri.'," sebut Ali Imron meniru ucapan Mukhlas kepadanya kala itu, dikutip dari Pikiran-rakyat.com, Selasa 12 Oktober 2021.

Ali Imron kemudian memutuskan kabur ke sebuah desa terpencil di Kalimantan dan akhirnya ditangkap polisi tanpa perlawanan.

Baca Juga: BNPT Siap Diskusi pada Orang yang Tak Percaya Radikalisme dan Terorisme : 1.350 Tersangka Ditangkap

Ketika Mukhlas dan Amrozi dihukum mati, Ali Imron mendapatkan hukuman lebih ringan yakni penjara seumur hidup karena menyesali perbuatannya dan meminta maaf.

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di Pikiran-Rakyat.com berjudul ''19 Tahun Tragedi Bom Bali, Ali Imron Bongkar Kebusukan 2 Pimpinan Saat Amrozi Tertangkap''. ***

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X