MUI : Hari Libur Harusnya Mengikuti Hari Libur Keagamaan Bukan Sebaliknya : Digeser Sudah Tak Relevan

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:32 WIB
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis kritik pemerintah tentang pergeseran hari libur keagamaan sudah tidak relefan karena pendemi sudah melandai... /Instagram.com/@cholilnafis
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis kritik pemerintah tentang pergeseran hari libur keagamaan sudah tidak relefan karena pendemi sudah melandai... /Instagram.com/@cholilnafis

Baca Juga: Pekerjakan Anak-anak sebagai PL dan PSK, Tempat Karaoke di Patean Kendal Digerebek Polisi

"Saat WFH dan Covid-19 mulai reda bahkan hajatan nasional mulai normal sepertinya menggeser hari libur keagaaman dengan alasan agar tak banyak mobilitas lburan warga dan tidak berkerumun sdh tak relevan. Keputusan lama yg tak diadaptasikan dg berlibur pd waktunya merayakan acara keagamaan" kata Cholil Nafis di akun Twitternya, Senin, 11 Oktober 2021.

Menurutnya, hari libur seharusnya mengikuti hari libur keagamaan bukan sebaliknya.

"Indonesia paling banyak libur kerja karena menghormati hari besar keagamaan (HBK). Jadi libur itu mengikuti HBK bukan HBK yg mengikuti hari libur. Jk ada penggeseran hari libur ke stlh atau sebelum HBK berarti bonus krn kita memang selalu libur," kata Cholil Nafis.

Baca Juga: Sektor Ekonomi di Afghanistan Terpuruk . Taliban: Amerika Serikat akan Beri Bantuan Kemanusiaan

Sebelumnya, keputusan untuk menggeser libur sejumlah hari raya keagamaan dilakukan pemerintah berdasarkan pertimbangan kondisi Covid-19 yang sempat meroket.

Pemerintah menggeser libur tersebut dalam rangka mencegah kerumunan orang banyak ketika Covid-19 tidak terkendali. *** (Julkifli Sinuhaji/Pikiran-Rakyat.com)

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X