MUI : Hari Libur Harusnya Mengikuti Hari Libur Keagamaan Bukan Sebaliknya : Digeser Sudah Tak Relevan

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:32 WIB
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis kritik pemerintah tentang pergeseran hari libur keagamaan sudah tidak relefan karena pendemi sudah melandai... /Instagram.com/@cholilnafis
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis kritik pemerintah tentang pergeseran hari libur keagamaan sudah tidak relefan karena pendemi sudah melandai... /Instagram.com/@cholilnafis

JAKARTA, suarmerdeka-wawasan.com - Pergeseran hari Libur keagamaan yang sering diterpakan oleh pemerintah mendapat sorotan dari berbagi pihak.

Pergeseran hari libur keagamaan, selama berlangsungnya wabah Covid-19 di Indonesia sudah beberapa kali digeser.

Pergeserab hari libur keagamaan ini oleh pemerintah dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat di masa pendemi Covid-19.

Baca Juga: Pengoplos BBM di Kalimantan Tengah Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 60 Miliar

Namun kini pendemi Covid-19 di Indoensia sudah melandai dan bahkan sejumlah fasilitas untuk kegiatan masyarakat sudah mulai dibuka namun pemerintah tetap melakukan pergeseran hari libur keagamaan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, mengkritik keputusan pemerintah yang menggeser hari libur keagamaan.

Baca Juga: Sidang Kasasi Habib Rizieq di Mahkamah Agung , Polisi Gelar Pengamanan Secara Humanis

Hal ini menurut Cholil karena Covid-19 mulai mereda, jadi keputusan pergeseran libur itu tidak lagi relevan.

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''MUI Kritik Pemerintah Geser Hari Libur Keagamaan: Sudah Tak Relevan Saat Covid-19 Mulai Mereda''.

Ia menyebut saat Covid-19 mulai mereda jadi keputusan menggeser hari libur keagamaan sudah tak relevan.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X