Pengoplos BBM di Kalimantan Tengah Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 60 Miliar

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:44 WIB
Ilustrasi pompa bahan bakar minyak di Kalimantan Tengah seorang melakukan pengoplosan BBM jenis pertalite dengan bahan pewarna.   . /PIXABAY
Ilustrasi pompa bahan bakar minyak di Kalimantan Tengah seorang melakukan pengoplosan BBM jenis pertalite dengan bahan pewarna. . /PIXABAY

KALIMANTAN TENGAH, suarmerdeka-wawasan.com - Diduga melakukan tindak kejahatan dengan mengoplos bahan Bakar Minyak (BBM) seorang pria berinisial HS ditangkap polisi.

Dalam aksinya Hs mengoplos BBM dari jenis pertalite dengan bahan tertentu sehingga mirip BBM jenis premium.

Peristiwa pengoplosan BBM ini terjadi di rumah tersangka HS di Jalan Jembatan Kuning, Gang Sabar Menanti, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Sidang Kasasi Habib Rizieq di Mahkamah Agung , Polisi Gelar Pengamanan Secara Humanis

Polisi menangkap HS setelah dilakukan penggerebekan di rumahnya dan saat itu HS sedang mengoplos BBM.

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin membenarkan adanya peristiwa penangkapan terhadap pengoplos BBM.

Aksi pengoplosan BBM dari HS tersebut dengan motif mencari keuntungan pribadi.

Baca Juga: Sektor Ekonomi di Afghanistan Terpuruk . Taliban: Amerika Serikat akan Beri Bantuan Kemanusiaan

"Ini cukup aneh juga. Biasanya kan kasusnya pengoplosan menyerupai BBM jenis yang lebih mahal seperti pertalite atau pertamax, ini justru pertalite dioplos sehingga warnanya mirip premium atau bensin," kata AKBP Abdoel Haris dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, Selasa, 12 Oktober 2021.

Menurut AKBP Abdoel barang bukti yang disita dalam kasus pengoplosan BBM ini antara lain tandon air berkapasitas 1.000 liter, 33 buha jerigen, timbangan serbuk pemutih yang digunakan untuk campuran BBM dan barang bukti lainnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, HS mengaku melakukan aksi pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) ini sudah dilakukan selama tiga bulan.

Baca Juga: BNPT Siap Diskusi pada Orang yang Tak Percaya Radikalisme dan Terorisme : 1.350 Tersangka Ditangkap

Dalam pengoplos BBM, HS juga mengaku dibantu oleh dua karyawannya.

Tersangka HS mengkau setiap harinya dalam mengoplos BBM tersebut mendapatkan keuntungan Rp 1 juta.

Penyidik menjerat tersangka HS dengan pasal 54 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas, sub Pasal 62 Jo Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999.

Sedangkan ancamannya masuk dalam Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun penjara dan denda Rp 60 miliar.

Artikel ini sebleumnya tayang di Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Bukannya ke Pertamax, Pria di Sampit Malah Oplos Warna Pertalite Mirip Premium''. ***

 

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran Rakyat.com

Tags

Terkini

X