Pengoplos BBM di Kalimantan Tengah Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 60 Miliar

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:44 WIB
Ilustrasi pompa bahan bakar minyak di Kalimantan Tengah seorang melakukan pengoplosan BBM jenis pertalite dengan bahan pewarna.   . /PIXABAY
Ilustrasi pompa bahan bakar minyak di Kalimantan Tengah seorang melakukan pengoplosan BBM jenis pertalite dengan bahan pewarna. . /PIXABAY

Dari hasil pemeriksaan sementara, HS mengaku melakukan aksi pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) ini sudah dilakukan selama tiga bulan.

Baca Juga: BNPT Siap Diskusi pada Orang yang Tak Percaya Radikalisme dan Terorisme : 1.350 Tersangka Ditangkap

Dalam pengoplos BBM, HS juga mengaku dibantu oleh dua karyawannya.

Tersangka HS mengkau setiap harinya dalam mengoplos BBM tersebut mendapatkan keuntungan Rp 1 juta.

Penyidik menjerat tersangka HS dengan pasal 54 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas, sub Pasal 62 Jo Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999.

Sedangkan ancamannya masuk dalam Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun penjara dan denda Rp 60 miliar.

Artikel ini sebleumnya tayang di Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Bukannya ke Pertamax, Pria di Sampit Malah Oplos Warna Pertalite Mirip Premium''. ***

 

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran Rakyat.com

Tags

Terkini

X