BNPT Siap Diskusi pada Orang yang Tak Percaya Radikalisme dan Terorisme : 1.350 Tersangka Ditangkap

- Senin, 11 Oktober 2021 | 08:12 WIB
Ilustrasi radikalisme dan terorisme BNPT mempercayai keberadaannya masih ada masyarakat tetap minta waspada.  /Pixabay/ Alexas_Fotos
Ilustrasi radikalisme dan terorisme BNPT mempercayai keberadaannya masih ada masyarakat tetap minta waspada. /Pixabay/ Alexas_Fotos

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Radikalisme dan terorisme hingga saat ini masih jadi sorotan seluruh negara.

Aksi radikalisme dan terorisme juga jadi sorotan Indonesia, bahkan pemerintah telah membentuyk tim khusus untuk mengatasi ancaman terorisme maupun paham radikalisme di Indonesia.

Hal ini karena radikalismedan terorisme menjadi hal yang menakutkan ketika melakukan aksinya.

Baca Juga: KPAID Tasikmalaya Lakukan Pendampingan Dugaan Anak Terpapar Radikal NII : Pulihkan Kondisi Psikis

Sejumlah aksi-aksi terorisme dan radikalisme yang terjadi di Indonesia banyak menelan korban, sehingga hal ini menjadi perhatian serius.

Meski sudah terlihat nyata aksi terorisme sangat berbahaya dan bisa mengancam negara, namun masih ada saja orang yang tidak mempercayai aksi terorisme yang sadis tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan siap untuk melakukan diskusi terhadap orang yang tidak mempercayai aksi terorisme.

Baca Juga: KSP Meminta Polisi Melakukan Penyelidikan Ulang Kasus 3 Anak Diperkosa Ayah kandung di Sulawesi Selatan

Bahkan BNPT siap untuk mempertemukan pada orang yang tak percaya dengan terorisme dengan pelaku terorisme yang kini dipenjara di lembaga pemasyarakatan (Lapas).

"Supaya kita dapat sama-sama menyaksikan dan berkomunikasi langsung bahwa ini nyata dan tidak rekayasa," kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid dikutip dari Pikran-rakyat.com, Senin, 11 Oktiber 2021.

Dijelaskan Brigjen Ahmad Nurwakhid, sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 5 tahun 2018, BNPT bersama dengan Densus 88 telah menangkap dan menggagalkan aksi terorisme di Indonesia.

Baca Juga: Hari Santri 2021, Santri Siap Serahkan Jiwa Raga untuk Membela Tanah Air Indonesia

Menurut Brigjen Ahmad pelaku terorisme yang ditangkap sebanyak 1.350 tersangka terorisme yang akan melakukan aksi nya di berbagai tempat di seluruh Indonesia.

Diungkapkan oleh Brigjen Ahmad, kalau ada orang mengatakan kalau keberadaan terorisme sudah tidak relevan dan dijadikan ajang politik itu salah besar.

Ditegaskan Brigjen Ahmad, intinya bahwa aksi terorisme dan paham radikal di Indonesia masih mengancam, untuk itu perlu ada kewaspadaan untuk hal terebut.

Baca Juga: ISIS Klaim Bertanggungjawab Atas Bom Bunuh Diri di Masjid Afghanistan, 46 Muslim Syiah Tewas

Aksi terorisme, ungkap Ahmad, sangat berbahaya untuk kesatuan negara Republik Indonesia, aksi terorisme membenci pemerintah dan itu harus diwaspadai.

Artikel ini sebelumnya tayang di Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Radikalisme dan Terorisme, BNPT: Nyata dan Tidak Rekayasa''. ***

 

Halaman:
1
2

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X