BNPT Siap Diskusi pada Orang yang Tak Percaya Radikalisme dan Terorisme : 1.350 Tersangka Ditangkap

- Senin, 11 Oktober 2021 | 08:12 WIB
Ilustrasi radikalisme dan terorisme BNPT mempercayai keberadaannya masih ada masyarakat tetap minta waspada.  /Pixabay/ Alexas_Fotos
Ilustrasi radikalisme dan terorisme BNPT mempercayai keberadaannya masih ada masyarakat tetap minta waspada. /Pixabay/ Alexas_Fotos

Dijelaskan Brigjen Ahmad Nurwakhid, sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 5 tahun 2018, BNPT bersama dengan Densus 88 telah menangkap dan menggagalkan aksi terorisme di Indonesia.

Baca Juga: Hari Santri 2021, Santri Siap Serahkan Jiwa Raga untuk Membela Tanah Air Indonesia

Menurut Brigjen Ahmad pelaku terorisme yang ditangkap sebanyak 1.350 tersangka terorisme yang akan melakukan aksi nya di berbagai tempat di seluruh Indonesia.

Diungkapkan oleh Brigjen Ahmad, kalau ada orang mengatakan kalau keberadaan terorisme sudah tidak relevan dan dijadikan ajang politik itu salah besar.

Ditegaskan Brigjen Ahmad, intinya bahwa aksi terorisme dan paham radikal di Indonesia masih mengancam, untuk itu perlu ada kewaspadaan untuk hal terebut.

Baca Juga: ISIS Klaim Bertanggungjawab Atas Bom Bunuh Diri di Masjid Afghanistan, 46 Muslim Syiah Tewas

Aksi terorisme, ungkap Ahmad, sangat berbahaya untuk kesatuan negara Republik Indonesia, aksi terorisme membenci pemerintah dan itu harus diwaspadai.

Artikel ini sebelumnya tayang di Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Radikalisme dan Terorisme, BNPT: Nyata dan Tidak Rekayasa''. ***

 

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X