Dinkes Jember Tegaskan Kematian Siswa SMA Bukan Akibat Vaksin : Terkena Infeksi Sepsis

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 08:21 WIB
lustrasi vaksinasi Covid-19, yang diduga menjadi sebab kematian seorang siswa SMA di Jember ternyata setelah dilakukan pemariksaan kematiannya bukan akibat divaksin namun ada iinfeksi  sepsis. . /Pixabay/KitzD66
lustrasi vaksinasi Covid-19, yang diduga menjadi sebab kematian seorang siswa SMA di Jember ternyata setelah dilakukan pemariksaan kematiannya bukan akibat divaksin namun ada iinfeksi sepsis. . /Pixabay/KitzD66

JEMBER, suaramerdeka-wawasan.com - Kasus meninggalnya seorang siswa SMA di Jember setelah beberapa hari divaksin Covid-19 jadi perhatian pemerintah.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Ananda Rahel Pratama (15 tahun) merupakan siswa SMA Negeri Kencong Jember.

Peristiwa tersebut membuat dinkes Jember langsung melakukan investigasi kasus tersebut.

Baca Juga: Pemuda Curi 10 Celana Dalam Wanita Milik Tetangga di Banyuwangi Berakhir Damai, Polisi: Korban Memaafkan

Hasil investigasi maupun pemeriksaan terhadap sejumlah dokter maupun riwayat korbab, dengan tegas Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dr Lilik Lailiyah mengatakan kematian korban bukan akibat vaksin.

Lilik Lailiyah mengungkapkan kematian Ananda Rahel dari hasil pemeriksaan laboratorium akibat infeksi sepsis.

"Hasil kesimpulan tim berdasarkan tes laboratorium dan diagnosa menyebutkan korban meninggal dunia bukan akibat vaksinasi tapi yang bersangkutan meninggal karena infeksi sepsis," katanya dikutip dari Pikiran-Rakyat, Kamis 7 Oktober 2021.

Baca Juga: Kelonggaran PPKM Jawa-Bali, 14 Oktober 2021 Bandara Ngurah Rai Bali Dibuka: Warga Asing Dikarantina 8 Hari

Menurut Lilik petugas sebelum melakukan suntikan vaksin, terlebih dahulu melakukan pemerksaan terhadap pasien yang akan disuntik vaksin mengenai riwayat sakitnya.

Diungkapkan Lilik, kalau terjadi akibat suntkan biasanya meninggalkan bekas merah pada bekas suntikan.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

X