Epidemiolog Pandu Sebut Klaster Baru Covid-19 di PTM Merupakan Hasil Survei Lapor : Fakta Tak Akurat

- Jumat, 24 September 2021 | 10:26 WIB
Ilustrasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang kini jadi perbincangan adanya klaster baru Covid-19.. /Pikiran Rakyat/Hendro Susilo
Ilustrasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang kini jadi perbincangan adanya klaster baru Covid-19.. /Pikiran Rakyat/Hendro Susilo

JAKARTA, suarmerdeka-wawasan.com - terjadinya klaster baru dalam pelaksanaan Pembelajaran tatap Muka (PTM) tidak saja terjadi di Jepara dan Purbalingga Jawa Tengah, namun di sejumlah provinsi juga terjadi.

Pelaksanaan PTM kini sudah bisa dijalankan di sejumlah daerah yang memasuki PPKM level 2 dan 3 di Indonesia.

Kebijakan PTM tersebut bila tidak dibarengi dengan pengawasan ketat maka bisa juga akan memunculkan klaster baru Covid-19.

Baca Juga: Klaster Baru Covid-19 di PTM, DPRD Jateng : Jangan Sampai Siswa dan Dunia Penddikan Dipersalahkan

Hal ini mengingat pelajar sekolah masuk dalam katagori rawan terpapat Covid-19.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia, dokter Pandu Riono mengomentari terkiat banyaknya siswa yang dilaporkan positif Covid-19 setelah dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

PTM tersebut dilaksanakan kurang lebih selama sepekan dan dikabarkan jika banyak siswa yang positif Covid-19.

Baca Juga: Pelanggar PPKM di DKI Jakarta Ditindak Tegas , Selama Pendemi 12.567 Rumah Makan Dikenai Sanksi Denda

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Banyak Siswa Dilaporkan Positif Covid-19 Usai PTM, Pakar Ungkap Fakta Soal Klaster Sekolah''.

Dari akun Twitter milik Pandu Riono, ia berujar tentang fakta klaster sekolah yang disebut-sebut jadi tempat penularan Covid-19 kepada para siswa tersebut.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X