Menko Marves Sebut Situasi PPKM Tergantung Hasil Evaluasi Pemerintah : Bisa Berubah-ubah

- Selasa, 14 September 2021 | 10:11 WIB
lustrasi PPKM, pemerintah menyebut masalah pengetatan ataupun pelonggaran PPKM  berlevel tergantung dari data terakhir  dari suatu daerah.. /PIXABAY/pixel2013
lustrasi PPKM, pemerintah menyebut masalah pengetatan ataupun pelonggaran PPKM berlevel tergantung dari data terakhir dari suatu daerah.. /PIXABAY/pixel2013

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Penanganan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia terus dilakukan pemerintah.

Berbagai macam cara dilakukan pemerintah untuk mengatasi Covid-19 mulai PPKM berlevel hingga vaksinasi massal.

Penangan Covid-19 di Indonesia terbilang berhasil, karena menjukkan penurunan Covid-19 yang menggembirakan.

Baca Juga: Tempat Wisata di Jakarta Mulai Menggeliat, Berikut Syarat Bisa Menikmati Ancol

Keberhasilan penanganan Covid-19 di Indonesia tak lepas dari peran masyarakat dan pemerintah yang bekerja sama dengan baik.

Namun demikian, sejumlah masyarakat menuding pemerintah berubah-ubah dalam menjalankan kebijakan aturan PPKM, menanggapai hal tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengakuinya.

Luhut Pandjaitan menjelaskan, keputusan dalam mengetatkan atau melonggarkan level PPKM harus merujuk pada data kasus termutakhir yang ditinjau setiap pekan oleh pemerintah.

Baca Juga: 21 Wanita Asal Berbagai Daerah di Bandung jadi Imigran Gelap, BP2MI : Akan Dipekerjakan di Timur Tengah

"Mungkin hal ini sering dibaca sebagai kebijakan berubah-ubah atau kebijakan tidak konsisten. Justru inilah yang harus kita lakukan untuk menemukan kombinasi terbaik antara kepentingan kesehatan, kepentingan perekonomian masyarakat, karena virusnya selalu berubah-ubah," sebut Luhut Pandjaitan.

Dikutip SuarMerdeka-Wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Luhut Pandjaitan Pakai Strategi Militer dalam Hadapi Covid-19 Varian Delta''.

Luhut Pandjaitan yang merupakan bekas prajurit militer itu kemudian mengatakan bahwa strategi dalam operasi militer pun selalu berubah-ubah.

Baca Juga: Pantai Anyer Dibuka dengan Kapasitas Hanya 25 Persen, Polda Banten Lakukan Penyekatan Jalan Menuju Wisata

"Operasi militer pun selalu melakukan perubahan-perubahan untuk tidak bisa dibaca oleh musuh bagaimana gerakan kita," ujarnya.

"Kita membaca bagaimana sifat varian Delta ini dan kita juga melakukan perubahan strategi untuk menghadapi itu. Jadi bukan tidak ada konsistensi tapi kita menyesuaikan melihat sifat-sifat varian Delta yang dihadapi," sebutnya menambahkan.

Luhut Pandjaitan melaporkan, pertambahan kasus positif Covid-19 secara nasional berkurang hingga 93,3 persen. Di Jawa-Bali bahkan turun hingga 96 persen dari kenaikan kasus tertinggi pada 15 Juli 2021.

Baca Juga: Pakar Faheem Younus Sebut Cegah Covid-19 Varian Mu dengan Gaya Hidup Sehat : Belum Masuk Indonesia

Luhut Pandjaitan juga mengatakan bahwa pemerintah berhasil menurunkan level PPKM Bali menjadi Level 3 saat ini.

Sebelumnya Luhut mengatakan, pemerintah akan terus melakukan perpanjangan PPKM level di Jawa Bali dan luar Jawa Bali.

Hal ini , kata Luhut, pemerintah akan melakukan evaluasi setiap minggu sekali dal perpanjangan PPKM berlevel tersebut. *** (Rio Rizky Pangestu/Pikiran-Rakyat.com)

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X