Pakar Sebut Varian MU Corona Berpotensi Kebal Vaksin, Kemenkes : Semua Jenis Covid Dipantau

- Sabtu, 11 September 2021 | 11:27 WIB
Ilustrasi varian virus corona yang sudah memasuki berbagai negara, termasuk varian Delat, pemerintah Indonesia perlu tetap waspada.. /Pixabay/Lothar
Ilustrasi varian virus corona yang sudah memasuki berbagai negara, termasuk varian Delat, pemerintah Indonesia perlu tetap waspada.. /Pixabay/Lothar

JAKARTA, suaramerdeka-Wawasan.com - Penyebaran virus Covid-19 di Inonesia belum berakhir, hal ini menyusul adanya varian-varian baru Covid-19.

Varian baru Covid-19 kini sudah memasuki berbagai negara, pemerintah Indonesia melakukan kewaspadaan dalam hal varian baru tersebut.

Salah satu varian yang diwaspadai pemerintah yaitu varian Delta, selain itu juga varian Mu.

Baca Juga: 5 Jenazah Korban Kebakaran LP Kelas 1 Tangerang Berhasil Diidentifikasi, Sespusdokkes Polri : Sedikit Hambatan

Varian Delta sistem penyebarannya sangat cepat untuk itu pemerintah terus berupaya untuk melakukan pencegahan penyebaran varian Delta.

Sedangkan untuk varian Mu dari data yang diperoleh pemerintah belum ada tanda-tanda varian Mu masuk ke Indonesia.

Dewasa ini, sejumlah peneliti dunia menemukan berbagai varian baru virus Corona di tengah peperangan sengit melawan Covid-19 varian Delta yang dinilai memiliki tingkat penularan sangat cepat.

Baca Juga: Aksi Teroris 11 September 2001 di Amerika : Bidab, Sadis Hingga Gemparkan Dunia

Sesuai panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ada pengelompokan mutasi berdasarkan Variant of Concern (VoC) maupun Variant of Interest (VoI).

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Kemenkes Buka Data, Virus Corona Varian MU Belum Masuk Indonesia''.

VoC merujuk pada varian yang dianggap lebih mengancam dalam hal penularan atau mematikan, serta lebih resisten terhadap vaksin maupun pengobatan.

Baca Juga: Pengembangan Penyidikan Pabrik Narkoba, Polisi Buru Pemasok Bahan Sabu Jaringan Turki

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menyebutkan bahwa sejumlah varian virus Corona yang tergolong dalam kriteria VoI bersama varian Mu, yaitu varian Eta (B.1.525) yang terdeteksi pertama kali di beberapa negara sejak Desember 2020.

"Termasuk juga varian lokal yang muncul di Indonesia. Kami juga melakukan pemantauan terhadap varian Mu yang saat ini menyebar di 46 negara. Saat ini belum terdeteksi di Indonesia," tuturnya.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News, Sabtu, 11 September 2021, sejak varian Mu diteliti WHO pada 30 Agustus 2021, sejumlah pakar menyebutkan bahwa varian tersebut berpotensi kebal terhadap vaksin.

Baca Juga: Diputus 12 Tahun Kabur, MS Dibekuk Kejaksaan Negeri Garut : Langsung Dijebloskan Rutan

Namun, Kemenkes memastikan bahwa hingga saat ini, varian Mu belum terdeteksi di Indonesia berdasarkan hasil laporan sekuensing dari 5.835 sampel.

"Sampai saat ini tidak kurang dari 5.835 hasil sekuensing sudah kita laporkan, sebanyak 2.300 di antaranya varian Delta yang ditemukan di 33 provinsi," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes bersama sejumlah laboratorium perguruan tinggi di Indonesia terus memantau semua varian yang muncul.***(Mutia Yuantisya/Pikiran-Rakyat.com)

 

Halaman:
1
2
3

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X