Pengembangan Penyidikan Pabrik Narkoba, Polisi Buru Pemasok Bahan Sabu Jaringan Turki

- Jumat, 10 September 2021 | 10:54 WIB
Ilustrasi narkoba jenis sabu, polisi kini melakukan pengejaran terhadap pemasok bahan sabu jaringan internasional dari Turki. /Pixabay/JamesRonin.
Ilustrasi narkoba jenis sabu, polisi kini melakukan pengejaran terhadap pemasok bahan sabu jaringan internasional dari Turki. /Pixabay/JamesRonin.

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Polisi kini terus melakukan perburuan terhadap pelaku narkoba jaringan internasional.

Hal ini dibuktikan dengan dibongkarnya pabrik sabu jaringan internasional di sebuah rumah mewah di Karawaci Tangerang pada 1 September 2021.

Dalam peristiwa penggerebekan tersebut, telah diketahui rumah tersebut digunakan sebagai pabrik narkoba jenis sabu.

Baca Juga: 22 Orang Diperiksa Polisi Dalam Kasus Kebakaran Hebat LP Tangerang : Dalami Dugaan Unsur Kelalaian

Dua pelaku yang berada di dalam rumah merupakan warga negara asing (WNA) asal Iran.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Danang Setiyo mengatakan dua tersangka WNA berinisiali BF dan FS yang diketahui masuk ke Indonesia sejak 2019.

Berdasarkan keterangan dari Kompol Danang Setiyo, para pelaku menjalankan modusnya sejak 2019 dengan mengambil bahan mentah dari luar negeri.

Baca Juga: Diputus 12 Tahun Kabur, MS Dibekuk Kejaksaan Negeri Garut : Langsung Dijebloskan Rutan

Menurut Danang barang mentah tersebutdikirim melalui seseorang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dikutip SuaraMerdeka- Wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Pabrik Sabu Kelas Satu, Polisi Sebut Ancaman Hukuman Mati Terhadap Dua WN Iran''.

"Mereka berdua inilah yang melakukan kegiatan membuat home industry narkotika jenis sabu ini. Mereka punya link lagi ada di Turki," katanya.

Baca Juga: DPR Sambut Baik Usulan Menkumham : Napi Narkoba Direhabilitasi Bukan Dipenjara , Biar Tak Over Kapasitas

Danang Setiyo mengungkapkan para pelaku mampu memproduksi sekitar 15 sampai 20 kilogram sabu dalam sehari.

Kemudian, kata Danang, dipasarkan ke beberapa daerah di wilayah Jakarta dan Tangerang, Banten.

Ia menyampaikan bahwa hasil laboratorium forensik (Labfor) menunjukan jika sabu yang dihasilkan merupakan kelas satu atau supernya.

Baca Juga: Tubuh Dilumat Api, 3 Warga Binaan Dirawat di RSUD Meninggal : Santunan Rp 30 Juta Setiap Korban Wafat

Oleh karena itu, kedua tersangka dijerat Pasal 113 ayat 2 subsider Pasal 114 ayat 2 subsidier pasal 112 ayat 2 jo pasal 134 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan bahwa perkara pabrik sabu yang digerebekut merupakan sindikat narkoba jaringan internasional yang menggunakan apartemen di kawasan Menteng, Cikini, Jakarta Pusat dalam melancarkan aksinya.

“Jadi bahan baku ini dari Turki, termasuk pengirimnya sudah kita tahu identitasnya tetapi sekarang menjadi DPO kita ya, ini ada di Turki sana,” ucapnya.*** (Mutia Yuantisya/Pikiran-Rakyat.com)

 

Halaman:
1
2
3

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X