DPR Sambut Baik Usulan Menkumham : Napi Narkoba Direhabilitasi Bukan Dipenjara , Biar Tak Over Kapasitas

- Jumat, 10 September 2021 | 05:51 WIB
Ilustrasi napi, lapas di Indonesia banyak yang over kapasitas, selain itu tahanan didominasi tahanan kasus narkoba, DPR dorong napai narkoba untuk direhabilitasi bukan dipenjara.. /Pixabay/Prawny
Ilustrasi napi, lapas di Indonesia banyak yang over kapasitas, selain itu tahanan didominasi tahanan kasus narkoba, DPR dorong napai narkoba untuk direhabilitasi bukan dipenjara.. /Pixabay/Prawny

“Saya sangat setuju apabila UU Narkotika direvisi. Penjara bukan satu-satunya solusi hukuman apalagi bagi pecandu narkoba, lebih baik mereka direhab saja agar bisa kembali ke masyarakat secara layak,” kata Sahroni, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 9 September 2021.

Baca Juga: Kebijkan Pemerintah Kartu Vaksin Syarat Administrasi, Epidemiologi UI : Bila Berhenti Covid Meledak Lagi

Hal tersebut juga terkait pernyataan Menkumham Yasonna Laoly, yang mendorong revisi UU Narkotika untuk menyelesaikan persoalan over capacity di berbagai LP di Indonesia.

Apalagi insiden yang terjadi kemarin di Lapas Tangerang telah menewaskan 41 narapidana, 40 di antaranya napi tersebut adalah kasus narkoba.

Juga seorang narapidana kasus terorisme kehilangan nyawanya di dalam sel Blok C2 LP Tangerang akibat kebakaran di LP kelas 1 Tangerang.

Baca Juga: Semua Blok Napi di LP Kelas 1 Tangerang Melebihi Kapasitas, Fahri Hamzah : Layaknya Ikan Disimpan Berdempetan

Untuk itu, Sahroni menilai, langkah revisi UU Narkotika bisa jadi salah satu solusi jangka panjang dalam upaya menekan jumlah narapidana di LP yang saat ini mengalami over capacity.

“Pada dasarnya saya setuju, narapidana narkoba sebaiknya direhabilitasi saja, tidak perlu dipenjara. Karena penjara yang penuh tidak hanya terjadi di satu saja, tapi juga banyak penjara di Indonesia,” ujar Sahroni. *** (Nurul Khadijah/Pikiran-Rakyat.com)

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X