Dampak Pendemi Covid, Hutan Sangeh Bali Ditutup : 600 Kera Kelapran Serang Makanan Warga

- Sabtu, 4 September 2021 | 13:06 WIB
Ilustrasi kera/pexels/Andre Mouton
Ilustrasi kera/pexels/Andre Mouton

BALI, suaramerdeka-wawasan.com - Ratusan kera berada di hutan Sangeh Bali diduga mengalami kelaparan.

Kera berada di hutan cagar budaya ini diduga mengalami kelaparan akibat kekurangan makanan.

Hal ini dikarenkana, pada masa pendemi Covid-19 ini hutan cagar budaya Sangeh Bali ditutup.

Baca Juga: Anak Jalanan di Bawah Umur Jadi Korban Kekerasan, 2 Diperkosa, 3 dianiaya, KPAID : Akan Lapor Polisi

Akibat kelaparan, ratusan kera keluar dai hutan dan mencari makanan di perkampungan di Desa Sangeh tak jauh dari hutan tersebut.

Desa Sangeh telah jadi sasaran teror oleh sekelompok kera, berupaya mencari makanan milik warga.

Seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com, Salah seorang warga Desa Saskara, Gustu Alit mengungkapkan, warga desa merasa kuatir dengan serangan para kera yang masuk ke desa untuk mencari makan.

Baca Juga: Peneliti Asing Sebut Orang Sudah Divaksin 73 Persen Bila Terpapar Covid -19Tak Bergejala

Diungkapkan Gustu Alit, karena warga takut akhirnya melakukan solusi agar kera-kera tersebut tidak merebut makanan milik warga.

Masyarkat desa, ungkap Gustu Alit, membawa makanan berupa kacang, buah-buahan, dan makanan lain menuju ke dalam hutan Sangeh.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: pikiran-rakyat.com

Tags

Terkini

X