Dituduh Curi HP, Bocah SD Babak Belur Dihajar Dua Oknum TNI di Kabupaten Rote Ndao, NTT

- Kamis, 2 September 2021 | 00:48 WIB
Ilustrasi penyiksaan terhadap bocah. /Pixabay/sammisreachers
Ilustrasi penyiksaan terhadap bocah. /Pixabay/sammisreachers

KUPANG, suaramerdeka-wawasan.com - Dua oknum TNI yang menyiksa PS, bocah berusia 13 tahun asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur(NTT), kini sudah ditahan di Denpom Kupang, untuk menjalani proses hukum.

"Kini keduanya sudah ditahan di Kupang, tepatnya di Denpom Kupang untuk menjalani proses hukum," kata Komandan Kodim/1627 Rote Ndao, Letkol TNI Educ Permadi, dikutip dari Antara pada 23 Agustus 2021.

Letkol TNI Educ Permadi mengatakan, bertanggung jawab atas perbuatan bengis yang dilakukan anggotanya.Ia pun menjamin kejadian serupa tidak akan terulang lagi pada masa yang akan datang.

Baca Juga: Punya Catatan Prestasi Buruk Lawan PSIS, Persela Termotivasi Menangkan Pertandingan Perdana

Dalam peristiwa ini, Institusi TNI juga mendatangi rumah korban untuk memeriksa kondisi kesehatan PS, yang dikabarkan sudah mulai membaik.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, juga mengutus dokter dari Kesehatan Kodam IX/Udayana untuk mengecek kondisi PS.

Seperti diketahui, pada 22 Agustus 2021, tersiar kabar soal bocah berumur 13 tahun berinisial PS asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban penyiksaan dua oknum TNI setelah dituduh mencuri handphone.

Baca Juga: Digugat Cerai Aldi Bragi, Ririn Dwi Ariyanti Tanggapi Santai: Memang Sudah Sama-sama Keinginan Itu

Dua oknum TNI yang menyiksa PS di sebuah rumah selama semalam itu, merupakan prajurit yang bertugas di Kodim/1627 Rote Ndao.

PS baru dikembalikan kepada orangtuanya keesokan harinya dengan kondisi badan yang sudah babak belur.

Iswardi, seorang pendeta muda di NTT yang menemui PS dan orangtuanya setelah peristiwa tragis itu, menceritakan apa yang terjadi pada PS selama disiksa oleh dua oknum TNI.

Iswardi menuturkan, cerita berdasarkan keterangan dari ibunda PS yang telah ditemuinya.

"Peristiwa tersebut terjadi Kamis (19 Agustus 2021) kira-kira jam 7 malam. Datang 2 orang tentara ke rumah mereka dan bertanya 'Di mana PS?'. PS yang sedang menonton teve, begitu mendengar ada orang yang mencari dia, dia langsung lari dan bersembunyi di dalam lemari," sebut Iswardi.

Kedua tentara itu kemudian masuk ke rumah untuk mencari PS dan mendapatinya bersembunyi di lemari.

"Anak itu dipukul di rumah. Setelah dipukul ada teguran, 'Jangan pukul anak itu!' Setelah dipukul, anak itu dibawa ke rumah salah satu dari 2 orang tersebut," ujar Iswardi dalam wawancara yang diunggah di kanal Youtube Haris Azhar pada 30 Agustus 2021.

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Cerita Bocah SD di NTT Disiksa 2 Oknum TNI: Dihajar Depan Ibunya, Tangan Diikat Lalu Dipukuli''

Ibu PS sempat mengikuti kedua oknum TNI ketika membawa PS ke rumah salah satu oknum TNI itu.

Sesampainya di rumah, PS langsung disiksa oleh kedua oknum TNI selama semalaman penuh.

"Tangannya diikat dan dipukul. Sebagai orangtua, dia (ibu PS) sempat bereaksi tapi tidak digubris," ucap Iswardi.

"Menurut ibunya, itu terjadi semalaman. Dari Kamis malam sampai hari Jumat pagi. Dan anak itu dibawa kembali ke rumah orangtuanya dalam keadaan pingsan," kata Iswardi lagi. *** (Rio Rizky Pangestu/Pikiran-Rakyat.com)

Halaman:
1
2
3

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X