Dituduh Curi HP, Bocah SD Babak Belur Dihajar Dua Oknum TNI di Kabupaten Rote Ndao, NTT

- Kamis, 2 September 2021 | 00:48 WIB
Ilustrasi penyiksaan terhadap bocah. /Pixabay/sammisreachers
Ilustrasi penyiksaan terhadap bocah. /Pixabay/sammisreachers

Iswardi, seorang pendeta muda di NTT yang menemui PS dan orangtuanya setelah peristiwa tragis itu, menceritakan apa yang terjadi pada PS selama disiksa oleh dua oknum TNI.

Iswardi menuturkan, cerita berdasarkan keterangan dari ibunda PS yang telah ditemuinya.

"Peristiwa tersebut terjadi Kamis (19 Agustus 2021) kira-kira jam 7 malam. Datang 2 orang tentara ke rumah mereka dan bertanya 'Di mana PS?'. PS yang sedang menonton teve, begitu mendengar ada orang yang mencari dia, dia langsung lari dan bersembunyi di dalam lemari," sebut Iswardi.

Kedua tentara itu kemudian masuk ke rumah untuk mencari PS dan mendapatinya bersembunyi di lemari.

"Anak itu dipukul di rumah. Setelah dipukul ada teguran, 'Jangan pukul anak itu!' Setelah dipukul, anak itu dibawa ke rumah salah satu dari 2 orang tersebut," ujar Iswardi dalam wawancara yang diunggah di kanal Youtube Haris Azhar pada 30 Agustus 2021.

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Cerita Bocah SD di NTT Disiksa 2 Oknum TNI: Dihajar Depan Ibunya, Tangan Diikat Lalu Dipukuli''

Ibu PS sempat mengikuti kedua oknum TNI ketika membawa PS ke rumah salah satu oknum TNI itu.

Sesampainya di rumah, PS langsung disiksa oleh kedua oknum TNI selama semalaman penuh.

"Tangannya diikat dan dipukul. Sebagai orangtua, dia (ibu PS) sempat bereaksi tapi tidak digubris," ucap Iswardi.

"Menurut ibunya, itu terjadi semalaman. Dari Kamis malam sampai hari Jumat pagi. Dan anak itu dibawa kembali ke rumah orangtuanya dalam keadaan pingsan," kata Iswardi lagi. *** (Rio Rizky Pangestu/Pikiran-Rakyat.com)

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X