Perdagangan Penyu Hijau Ilegal Berhasil Dibongkar Ditpolairud Polda Bali, 21 Penyu Hijau Diamankan

- Senin, 1 Mei 2023 | 21:43 WIB
Petugas kepolisian Polrairud Polda Bali menunjukkan penyu hijau hasil tangkapan dari seorang pengepul di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. (BaliPopuler.com/Ahmad Firizqi Irwan)
Petugas kepolisian Polrairud Polda Bali menunjukkan penyu hijau hasil tangkapan dari seorang pengepul di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. (BaliPopuler.com/Ahmad Firizqi Irwan)

DENPASAR, suaramerdeka-wawasan.com – Lagi, bisnis ilegal dengan memperdagangkan satwa dilindungi yaitu penyu hijau (Chelonia mydas) dibongkar oleh Ditpolairud Polda Bali.

Ditpolairut Polda Bali menangkap seorang pengepul Made Japa (48) yang memiliki menyimpan memelihara satwa penyu hijau yang dilindungi tanpa dokumen yang sah.

Dirpolairud Polda Bali Kombes Pol Soelistijono mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers pengungkapan perkara tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE) di Mako Ditpolairud Polda Bali, Denpasar, Bali, Senin, 01 Mei 2023.

Baca Juga: Petugas Lapas Kelas 1 Semarang Gagalkan Upaya Penyelundupan Pil Koplo, Dimasukkan Kemaluan Pengunjung Wanita

Soelistijono mengatakan, pihaknya menangkap tersangka pada Minggu, 30 April 2023 pukul 22.20 WITA di Jalan Pratama, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti sebanyak 21 ekor satwa penyu hijau dalam keadaan hidup dan dua kotak plastik mika berisi olahan daging satwa penyu hijau.

Menurut keterangan Soelistijono, 21 penyu hijau yang sudah diamankan petugas tersebut disita dari rumah tersangka yang saat itu ditampung dalam sebuah kolam khusus.

Untuk menyembunyikan penyu hijau dalam bisnis olahan lawar dan serapah, MJ membuat kolam khusus yang tidak bisa dilihat banyak orang di dalam rumahnya.

Diduga, bisnis MJ ini telah beroperasi sejak tahun 1998 dan memperjualbelikan secara luas di Bali. Maklum, kini bisnis olahan lawar penyu hijau sangat menjanjikan.

MJ mengaku, ia mendapat satwa yang dilindungi itu dari Madura, Jawa Timur melalui Gilimanuk.

"Jadi, dia menampung dari luar dan dipotong per paket Rp300.000. Kalau yang penyu besar kalau dipotong bisa sampai 30 paket. Yang kita amankan ada 21 ekor dan baru sempat dipotong satu ekor," kata Soelistijono.

Baca Juga: Pawang Satwa Tewas Diterkam Harimau Benggala, untuk Sementara TRMS Serulingmas Banjarnegara Ditutup

Made Japa sendiri mengaku menjalankan usahanya seorang diri tanpa ada rasa takut akan ditangkap oleh polisi.

Selama itu pula, dia mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan daging penyu, meski ia tak menyebutkan secara jelas pendapatan selama menjalankan bisnis satwa terlindungi tersebut.

Di kasus ini MJ didakwa melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, karena penyu hijau merupakan satwa yang dilindungi, sehingga segala bentuk perdagangan penyu, baik dalam keadaan mati atau hidup dilarang.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X