Jebakan Tikus di Sawah dengan Listrik Telan Korban 19 Petani, Kabidhumas : Penyalahgunaan Ijin

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 10:29 WIB
Kabidhumas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy saat beri keterangan tentang jebakan tikus dari listrik yang sudah telan korban di sejumlah daerah di Jawa Tengah. ist/suaramerdeka-wawasan.com
Kabidhumas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy saat beri keterangan tentang jebakan tikus dari listrik yang sudah telan korban di sejumlah daerah di Jawa Tengah. ist/suaramerdeka-wawasan.com

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Kasus jebakan tikus dengan menggunakan aliran listrik di sawah-sawah di sejumlah daerah di Jawa Tengah jadi perhatian Polda Jateng.

Dalam kasus tersebut, Polda Jateng telah mencatat puluhan petani jadi korban tersetrum jebakan listrik yang dipasang di sawah.

Korban paling banyak, tercatat di Polda Jateng yaitu di daerah Sragen, 19 petani jadi korban jebakan tikus dari listrik.

Kapolda Jaateng, Irjen Pol Ahmad Lutfhi melalui Kabidhumas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy, Jumat, 27 Agustus 2021 menghimbau masyarakat untuk bijak menggunakan ijin pemasangan listrik khususnya di persawahan.

Baca Juga: Polda Jateng Siapkan Gerai Vaksin di Titik Penyekatan : Pengendara Bisa Langsung Disuntik

Hal ini diungkapkan Kabidhumas menyikapi jatuhnya sejumlah korban jiwa akibat tersengat jebakan tikus berlistrik di persawahan.

"Kebanyakan ini bermula dari penyalahgunaan ijin pemasangan listrik oleh warga. Ijin yang semula di gunakan untuk pemasangan pompa air persawahan tapi digunakan juga untuk memasang kawat listrik jebakan tikus," ungkap Kabid Humas saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 27 Agustus 2021.

Ditambahkannya, kasus terakhir warga yang meninggal akibat jebakan tikus terjadi di Sragen. Seorang perangkat desa Tanon, berinisial SP, tersengat aliran listrik karena berusaha mematikan jebakan tikus bermuatan listrik di sawah miliknya sendiri, 24 Agustus lalu.

"Kejadian seperti itu patut disayangkan dan ini sempat kami koordinasikan dengan rekan di PLN," ungkap Kabidhumas.

Baca Juga: Mobilitas Masyarakat Mulai Tinggi, Ganjar Ingatkan Jangan Lengah, Covid-19 Masih Mengancam

Hasil koordinasi dengan PLN, tandas Kabidhumas, ijin pemasangan listrik di persawahan harus melewati beberapa tahap.

Antara lain mengurus surat perizinan berusaha berbasis resiko yang dikeluarkan dari Kementrian Investasi /Kepala Badan Penanaman Modal atas rekomendasi dinas di Pemda.

"Untuk pengurusan izin bisa diperoleh secara online," tambah Iqbal.

Langkah selanjutnya, menurut Iqbal, adalah mendaftar ke PLN dengan menyertakan surat pernyataan bahwa listrik akan digunakan sesuai ketentuan.

" Adapun pernyataan yang ditulis adalah untuk menggunakan sesuai peruntukannya yaitu untuk pompa air guna mengaliri sawah," tandasnya.

Namun dalam banyak kasus, tambah M Iqbal, warga menggunakan listriknya tidak hanya untuk mempompa air, tapi juga untuk memasang jebakan tikus.

Menurutnya, ada beberapa alternatif lain untuk membasmi tikus di persawahan seperti menggunakan burung hantu maupun menembak dengan senapan angin.

"Menggunakan jebakan listrik memang banyak membunuh tikus. Tapi pemasangan seperti itu tidak diperbolehkan dan bisa membahayakan nyawa manusia," tambahnya.

Bila sampai menghilangkan nyawa orang lain, tandas M Iqbal, pemasang jebakan tikus bermuatan listrik bisa dikenai aturan KUHP.

"Dapat diancam dengan pasal 359 KUHP yang berbunyi barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun," jelasnya. ***

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Humas Polda Jateng

Tags

Terkini

X