Pelaku Pelemparan Truk di Pantura Mengaku Digaji Seminguu Rp 1 Juta , Sudah 297 Kali Beraksi

- Senin, 23 Agustus 2021 | 19:02 WIB
barang bukti milik pelaku pelemparan truk di pantura, Kendal beruapa sebuah batu agak besar dan tiga buah handphone yang disita petugas Polda Jateng. ist/suaramerdeka-wawasan.com
barang bukti milik pelaku pelemparan truk di pantura, Kendal beruapa sebuah batu agak besar dan tiga buah handphone yang disita petugas Polda Jateng. ist/suaramerdeka-wawasan.com

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Salah seorang pelaku pelemparan batu dengan sasaran truk di jalur pantura, wilayah Kendal dibekuk petugas serse Polda Jateng.

Pelaku pelemparan truk diketahui berinisial NH, warga Kampung Sarean Kendal.

Sedangkan seorang pelaku lainnya kabur, dan hingga saat ini masih diburu petugas Polda Jateng.

Dalam gelar kasus di Mapolda Jateng, Senin, 23 Agustus 2021, Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandhani R.P., S.H., mengatakan mendapat laporan adanya pelemparan truk, tim khusus diterjunkan.

Baca Juga: Pinjaman Online Marak, Hutang Rp 3,7 Juta Jadi Rp 206,3 Juta, Polda Berikan Tips Aman

Setelah melakukan penyelidikan, kata Djuhandhani, tim membekuk seorang pelaku pelemparan batu yang meresahkan pengmudi truk.

Dalam pemeriksaan, pelaku NH mengaku telah melakukan aksinya sebanyak 297 kali sejak bulan Januari 2021 hingga Agustus 2021.

Pengungkapan ini lanjut Djuhandhani, sebagai hasil pelaksanaan patroli tertutup secara terus menerus dari pukul 01.00 wib sampai dengan pukul 06.00 wib di wilayah sekitar tempat kejadian.

Baca Juga: Pelaku Penipuan Arisan di 4 Kota di Jawa Tengah Diduga Satu Jaringan, Polda Jateng Melakukan Perburuan

"Rabu subuh jam 03.20 wib, tim sempat menghentikan seseorang yang dicurigai sebagai pelaku dengan mengendarai sepeda motor supra 125 nopol H4077AM (nopol palsu) di SPBU Brangsong Kendal,"ungkap Direskrimum.

Saat dihentikan, orang yang dicurigai tersebut melarikan diri dan berusaha menendang petugas, serta sempat terjadi kejar-kejaran.

Masih kata Djuhandhani, Tim langsung melaksanakan penggeledahan dan berhasil menemukan sepeda motor yang digunakan. Dari keterangan kakak pelaku, sudah 5 bulan terakhir pelaku mempunyai kebiasan keluar rumah pada dini hari sampai pagi.

Lanjut Djuhandhani, Tim kemudian melanjutkan penyelidikan dan pengejaran terhadap orang yang diduga pelaku tersebut di wilayah Kota Semarang. Terduga pelaku berhasil diamankan sekitar pukul 14.30 wib di daerah Mangkang, Kota Semarang.

"Pelaku mengaku aksi tersebut dilakukan atas perintah seseorang berinisial AYT dengan upah sebesar Rp 1 juta setiap minggu,"ungkap Djuhandhani.

"Uang tersebut oleh pelaku digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, memberi uang jajan pacarnya, dan untuk menginap beberapa kali di hotel daerah Bandungan, Kabupaten Semarang," kata Djuhandhani.

Petugas sedang melakukan pendalaman atas kasus ini untuk mengungkap pelaku lain yang diduga merupakan sebuah kelompok kejahatan. ***

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Humas Polrestabes Semarang

Tags

Terkini

X