Terkait UMP Jateng Ganjar Pranowo Gelar Diskusi, Perwakilan Buruh Senang Merasa Diuwongke

- Jumat, 11 November 2022 | 18:59 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat berdiskusi dengan para pengusaha dan perwakilan buruh membahas UMP di rumah dinasnya Puri Gedeh, Kota Semarang. /Humas Pemprov Jateng/
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat berdiskusi dengan para pengusaha dan perwakilan buruh membahas UMP di rumah dinasnya Puri Gedeh, Kota Semarang. /Humas Pemprov Jateng/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengajak berdiskusi perwakilan LKS Tripartit dan Dewan Pengupahan Jawa Tengah dari unsur pakar, pekerja dan pengusaha.

Diskusi tersebut terkait UMP (penetapan upah minimum) Jateng yang digelar di rumah dinasnya Puri Gedeh, Kota Semarang pada Kamis, 10 November 2022.

Selama satu jam diskusi UMP Jateng, Ganjar menerima dan mendengarkan masukan, baik dari buruh maupun pengusaha, yang punya pandangan masing-masing terkait dasar penetapan upah minimum.

Baca Juga: Bunga Citra Lestari Membantah Kabar Dirinya Hamil, Katanya: Biasa, Perut Ibu Ibu Suka Makan!

''Intinya di tengah situasi yang belum seratus persen baik untuk seluruh perusahaan, maka dialog seperti ini menjadi penting, agar saling memahami kondisi masing-masing agar keputusan upah itu betul-betul merepresentasikan kesepakatan,'' jelasnya.

Menurut dia, diskusi ini untuk memberi masukan kepada pemerintah pusat, sebelum pengumuman keputusan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada 21 November mendatang.

''Minimal secara konseptual saya usulkan, UMP naik sekian di pusat dan diberikan catatan ini bisa diberlakukan kepada perusahaan dalam hal perusahaan yang seperti ini maka wajib mengikuti,'' ungkapnya.

Baca Juga: Seorang WNI Tewas Ditembak di Pennsylvania AS, KJRI New York Sebut Korban Ditarget Pelaku

Mantan anggota DPR RI ini juga mengaku, lebih setuju dengan kebijakan upah sektoral, sehingga, penetapannya bisa disesuaikan pada kondisi per industrinya.

Ruang diskusi ini, kata Ganjar, masih akan dibuka untuk menampung masukan dan formula baru terkait penetapan upah, agar bisa disampaikan ke pemerintah pusat sebagai pertimbangan.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X