Meski Masih Ada yang Tergenang, Banjir di Kaliwungu Kabupaten Kendal Mulai Surut

- Senin, 7 November 2022 | 21:37 WIB
Salah satu rumah warga di sepanjang Sungai Kendal pada Senin, 7 November 2022, yang masih terendam air akibat luapan banjir. /Dok Istimewa/
Salah satu rumah warga di sepanjang Sungai Kendal pada Senin, 7 November 2022, yang masih terendam air akibat luapan banjir. /Dok Istimewa/

KENDAL, suaramerdeka-wawasan.com - Meski banjir yang melanda kawasan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, sudah mulai surut, namun ada beberapa tempat yang masih tergenang pada Senin, 7 November 2022.

Seperti kompleks perumahan di belakang Pasar Pagi, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, air masih menggenangi wilayah itu hingga ketinggian hampir 40 Centimeter.

Salah satu warga yang tinggal di perumahan tersebut, Muhammad Alif mengatakan, genangan air yang masuk ke dalam rumah masih sekira 20 centimeter. ''Hingga kini air belum juga surut,'' tambahnya.

Baca Juga: Kasus Gagal Ginjal Akut Turun Drastis, Menko PMK: Pasien Meninggal Akan Dapat Santunan

Sementara itu, banjir yang sempat menggenang di Desa Protomulyo dan Nolokerto, sudah mulai surut, sedang warga terlihat mulai membersihkan genangan lumpur dan sampah.

Di wilayah Kota Kendal yang terendam banjir akibat luapan Sungai Kendal, menyebabkan ratusan rumah tergenang, termasuk ruas jalan utama yaitu Jalan Pahlawan dan Jalan Masjid.

Pemukiman yang terkena banjir, umumnya berada di dekat bantaran Sungai Kendal, mulai dari Bendungan Trompo hingga wilayah pantai di Kelurahan Bandengan.

Baca Juga: Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Boyolali, Tiga Orang Mengalami Luka

Ada 11 kelurahan yang terkena banjir limpasan air Sungai Kendal, yakni Kelurahan Trompo, Sijeruk, Kalibuntu, Kebondalem, Pegulon dan Langenharjo.

Kemudian ke arah utara Masjid Agung Kendal, meliputi Kelurahan Patukangan, Pekauman, Ngilir, Balok dan Bandengan.

Salah satu warga Kelurahan Kebondalem, Siyamah mengaku, banjir sudah menjadi langganan tiap tahun saat musim hujan.

Baca Juga: Mau Liburan saat Nataru, Tiket Kereta Api Sudah Bisa Dipesan Mulai Sekarang

Menurut Siyamah, banjir datang tidak menentu, bisa satu bulan lebih dari tiga kali, bahkan dalam satu minggu bisa lebih dari satu kali.

Ia pun mengaku pasrah, karena belum bisa meninggikan lantai rumahnya, supaya tidak terkena limpasan air sungai yang berada di belakang rumah.

''Kemarin sore hujan cukup lama, tapi banjir mulai masuk rumah sekitar pukul 9 malam. Banjir dari Sungai Kendal itu, sudah sering terjadi setiap musim hujan,'' jelasnya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X