Kasus Temuan Mayat dalam Karung di Jepara, Motifnya Pelaku Kesal Ditagih Utang oleh Korban

- Selasa, 1 November 2022 | 11:38 WIB
Pelaku pembunuhan yang tertangkap digelandang ke Mapolres Jepara. /Dok Istimewa/
Pelaku pembunuhan yang tertangkap digelandang ke Mapolres Jepara. /Dok Istimewa/

JEPARA, suaramerdeka-wawasan.com - Polres Jepara membeberkan motif pelaku pembunuhan terhadap wanita, yang jenazahnya dibuang di perkebunan Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri.

Kasat Reskrim Polres Jepara, M Fachrur Rozi menyebutkan, motif pelaku berinisial NA (29) membunuh wanita KN (37) yang sebelumnya kerja menjadi TKI itu, lantaran diduga kesal ditagih utang.

''Akhirnya tersangka emosi, dan mencekik leher korban hingga tewas,'' jelas Rozi dalam keterangannya kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolres Jepara, Senin, 31 Oktober 2022.

Baca Juga: Loloskan Tujuh Petinju ke POPNas, Ketum Pengprov Pertina Jateng Apresiasi Kerja Keras Atlet dan Pelatih

Menurut Rozi, korban setelah dicekik digeser ke gudang, bahkan disimpan jenazahnya disimpan di tempat itu, hingga pada keesokan harinya dibungkus dengan karung lalu dibuang.

''Keesokan harinya pukul 09.30 WIB tersangka membungkus korban dengan plastik, jadi posisi seperti bayi dalam kandungan, ngerungkel,'' papar Rozi.

Kemudian, tambahnya lagi, jenazahnya diikat dimasukkan ke dalam tas laundry, baru sekitar pukul 11.30 WIB, tersangka pergi ke Bangsri untuk membuangnya.

Baca Juga: Polres Jepara Ungkap Temuan Mayat Wanita dalam Karung, Pelaku Pembunuhan Sudah Ditangkap

Rozi menjelaskan, setelah tersangka membuang mayat korban, lalu menjual barang-barangnya, antara lain satu unit handphone dan sepeda motor kepada penadah LS dan SG.

Ia mengatakan, kedua penadah barang milik korban itu, kini juga turut diamankan.

Menurutnya, terhadap tersangka pembunuh itu dijerat pasal 338 KHUPidana dan atau ada pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Baca Juga: Disambut Baik Meningkatnya Jumlah Peserta Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2022

''Sedang tersangka LS dan SG dijerat pasal 480 KHUP dengan ancaman 4 tahun penjara,'' pungkas Rozi.***

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X