Terkait Lima Anak di Jateng Alami Gagal Ginjal Akut, Ganjar Minta Data Seluruh Rumah Sakit

- Selasa, 25 Oktober 2022 | 22:34 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. /Dok Istimewa/
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meminta Dinas Kesehatan Pemprov untuk mengumpulkan data-data seluruh pasien di rumah sakit se-Jateng.

Menurut Ganjar, hal ini dilakukan guna menanggulangi indikasi kasus anak gagal ginjal akut, agar pasien mendapatkan tindakan cepat.

''Saya minta kepala dinas kesehatan mintakan data seluruh pasien yang ada di rumah sakit dan yankes (pelayanan kesehatan) yang ada di Jateng, semuanya,'' kata Ganjar dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa, 25 Oktober 2022.

Baca Juga: Heboh Obat Sirup untuk Anak, Polrestabes Semarang dan Dinas Kesehatan Sidak ke Apotek

Ia menjelaskan, pengumpulan data pasien di seluruh RS dilakukan, untuk menemukan tindakan tepat atas indikasi penyakit tersebut di Jateng.

''Dengan begitu, kita bisa tahu mereka yang terindikasi GGA (gagal ginjal akut), agar cepat direspons dan langsung dicek. Sehingga, treatment kita tidak keliru,'' jelas Ganjar.

Terkait data dari Kementerian Kesehatan adanya lima anak yang terindikasi gagal ginjal akut di Jateng? Ganjar menyebut, pihaknya telah melakukan pemantauan dan pemeriksaan lab.

Baca Juga: Lima Anak di Jateng Menderita Gagal Ginjal Akut, Dinkes Koordinasi dengan IDAI

Hasilnya, Ganjar menyebutkan, beberapa anak dinyatakan negatif gagal ginjal akut.

''Kita pantau terus menerus, alhamdulillah kemarin di Jawa Tengah indikasi-indikasi yang muncul, beberapa di antaranya orang di Jawa Tengah tapi dirawat di Sardjito (DIY),'' ungkapnya.

Ia mengatakan, sampai saat ini Pemprov Jateng terus mencatat dan mendata terkait kasus gagal ginjal akut tersebut.

Baca Juga: Pemilik Merek Rugi Rp10 Miliar, Polda Jateng Musnahkan Benih Jagung Ilegal Seberat 7 Ton

Ganjar pun mengimbau, masyarakat agar memperhatikan imbauan pemerintah pusat terkait obat-obatan tertentu yang tidak boleh digunakan.

''Yang kemudian lima ini, saya minta untuk seluruh yankes yang ada mencatat dengan baik, agar kita mengerti. Di samping pemerintah kan sudah mengeluarkan imbauan untuk obat-obatan jenis tertentu itu tidak digunakan,'' papar Ganjar.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan ada 241 anak terkena gagal ginjal akut dan lima di antaranya ada di Jawa Tengah.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X