Jalur Ungaran ke Mranggen Putus di Kabupaten Semarang Akibat Tanah Gerak, Longsor Kian Parah

- Senin, 24 Oktober 2022 | 21:19 WIB
Jalur penghubung dari Ungaran ke Mranggen yang putus kaena longsor sejak Februari 2022 lalu, kini makin parah. /Dok Istimewa/
Jalur penghubung dari Ungaran ke Mranggen yang putus kaena longsor sejak Februari 2022 lalu, kini makin parah. /Dok Istimewa/

UNGARAN, suaramerdeka-wawasan.com - Desa Kalongan, Kacamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terjadi bencana tanah gerak hingga mengakibatkan jalan utama di tempat tersebut putus karena ambles.

Kepala Desa Kalongan, Yarmuji mengatakan, akibat tanah gerak itu jalan utama terputus karena terjadi patahan yang ambles, merupakan jalur penghubung Ungaran (Kabupaten Semarang) dengan Mranggen (Kabupaten Demak).

''Kami telah menutup total jalan penghubung tersebut, serta mengimbau warga yang rumahnya berdekatan dengan jalur zona rawan antara 100-130 meter di lokasi longsor itu untuk mengungsi,'' jelasnya kepada wartawan, Senin, 24 Oktober 2022.

Baca Juga: Lima Anak di Jateng Menderita Gagal Ginjal Akut, Dinkes Koordinasi dengan IDAI

Menurut dia, salah satu rumah yang paling dekat dengan jalan yang longsor itu milik Eni, kini juga sudah siap-siap untuk mengungsi, dengan memindahkan barang-barangnya ke rumah saudaranya.

''Dari dulu tempat itu memang sangat rawan, yang sudah longsor itu jalan dan tanah desa. Perkebunan, juga pekarangan warga masih dalam zona yang retak-retak saja, belum sampai longsor,'' katanya.

Ia mengatakan, Gubernur Jateng menyarankan untuk sementara jalan dialihkan melalui jalur alternatif dulu.

Baca Juga: Direktur Utama PT LIB dan Lima Tersangka Tragedi Kanjuruhan Resmi Ditahan

Yarmuji menjelaskan, di lokasi longsor sudah dilakukan kajian geologis dari Undip, yang menyebutkan itu dalam kategori very deep atau sangat dalam dan luas.

Cakupannya, tambahnya, sudah 16 hektar dan panjangnya sudah 200 meter dengan kedalaman di atas 50 meter.

''Jadi itu longsoran yang sangat dalam dan tanahnya sendiri dari batuan yang sangat rapuh," tuturnya.

Baca Juga: Cemburu Tahu Chat WA dengan Pria Lain, Suami Tega Cekik Istrinya hingga Tewas

Salah satu warga desa setempat, Jarwanto, mengaku khawatir jika terjadi longsor susulan, sehingga ada tindak lanjut untuk segera dilakukan penanganan.

''Memang belum ada longsor susulan. Paling, setelah hujan jalannya ambles lagi. Dulu waktu longsor yang pertama sempat ngungsi ke desa sebelah,'' paparnya.

Ia mengatakan, bersama tiga keluarga lainnya yang rumahnya berdekatan dengan lokasi longsor, telah bersiap mengungsi jika terjadi pergerakan tanah yang parah.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X