Sekap dan Peras Sales Rokok, Para Petugas Bea Cukai Palsu Diringkus Polresta Banyumas

- Senin, 17 Oktober 2022 | 19:43 WIB
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu menunjukkan barang bukti pistol palsu yang digunakan para pelaku menyekap dan memeras korban, saat konferensi pers di Mapolresta, Senin, 17 Oktober 2022. /Humas Polresta Banyumas/
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu menunjukkan barang bukti pistol palsu yang digunakan para pelaku menyekap dan memeras korban, saat konferensi pers di Mapolresta, Senin, 17 Oktober 2022. /Humas Polresta Banyumas/

PURWOKERTO, suaramerdeka-wawasan.com - Seorang sales rokok pabrikan Ungaran, Kabupaten Semarang, Anang Nurseto, menjadi korban pemerasan, yang dilakukan enam pelaku asal Jawa Barat di Kabupaten Banyumas.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu mengatakan, korban tak hanya diperas, bahkan juga disekap di dalam mobil saat bertransaksi dengan pelaku yang mengaku sebagai petugas bea cukai.

''Anang melapor ke kepolisian sebagai korban pemerasan dan pencurian pada Jumat, 7 Oktober 2022 pukul 01.30 WIB,'' ungkap Edy dalam koferensi pers di Mapolresta Banyumas, Senin, 17 Oktober 2022.

Baca Juga: Netizen Geram Laporan KDRT Dicabut, Minta KPI Serukan Boikot Pasangan Lesti Kejora dan Rizky Billar

Menurut Edy, kejadian berawal saat korban dan pelaku melakukan transaksi jaul beli rokok sebanyak 70 dus melalui pemesanan di media sosial, dan janjian bertemu di Jalan Pramuka, Purwokerto.

Sesampainya di lokasi, jelasnya, dari enam pelaku yang menemui korban, empat di antaranya mengaku sebagai petugas bea cukai, yang tujuannya untuk menakut-nakuti korban guna melancarkan aksi pemerasan.

''Yang menemui korban ada dua orang menggunakan mobil Ayla. Tak berselang lama, empat pelaku lainnya datang mengaku sebagai petugas Bea Cukai. Pelaku ini tanya-tanya, seolah menjadi petugas dan memeriksa rokok tersebut,'' paparnya.

Baca Juga: Sering Lontarkan Kritik Pedas, Bikin Najwa Shihab Kenyang dengan Berbagai Ancaman

Edy mengatakan, korban saat itu tidak bisa menjawab pertanyaan pelaku, karena mengaku hanya disuruh, kemudian disekap di mobil Toyota Rush, dan saat dalam perjalanan diinterogasi dan diancam.

''Di dalam mobil korban menyerahkan dua handphone karena diancam oleh pelaku. Pelaku membuka M-Banking korban, dan tanya password. Tetapi tidak ada saldonya,'' ungkapnya.

Dikatakan, saat tiba di wilayah Majenang, Kabupaten Cilacap, korban kemudian izin kepada pelaku untuk melaksanakan shalat jumat, namun kembali mendapat ancaman untuk tidak kabur selepas shalat.

Baca Juga: Terkait Tragedi Kanjuruhan, Pemerintah Tak Ikut Mendesak Ketua Umum PSSI dan Pengurus untuk Mundur

''Korban diancam akan ditembak jika kabur. Tapi setelah selesai shalat, korban malah ditinggal di masjid setempat. Para pelaku kabur dengan membawa 70 dus rokok senilai Rp4 juta dan handphone milik korban,'' tuturnya.

Edy menjelaskan, usai mendapat laporan korban, dilakukan penelusuran melalui CCTV, hingga para pelaku dapat teridentifikasi, yaitu BW, LDY, ASH, EL asal Bandung, sedangkan AS dan AH asal Tasikmalaya. Sedang Is asal Bandung masih buron.

''Pelaku berhasil ditangkap pada Jumat, 14 Oktober 2022, saat akan melakukan aksinya kembali. Pelaku menginap di salah satu hotel di wilayah Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas,'' katanya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X