AWAS! BMKG Prediksi: Tinggi Gelombang Pantai Selatan Jateng Mencapai 4 hingga 6 Meter

- Minggu, 25 September 2022 | 14:16 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi. /Pixabay/
Ilustrasi gelombang tinggi. /Pixabay/

CILACAP, suaramerdeka-wawasan.com - BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan mewaspadai potensi gelombang sangat tinggi di laut selatan Pulau Jawa.

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo menyebutkan potensi gelombang laut sangat tinggi tersebut diprediksi terjadi di perairan pantai Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

''Potensi gelombang sangat tinggi itu dipengaruhipeningkatan kecepatan angin yang bertiup di atas wilayah perairan selatan Jabar hingga DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar hingga DIY,'' jelas Teguh, Sabtu, 24 September 2022.

Baca Juga: Usai OTT Pengurusan Perkara di MA, MAKI Berharap KPK Usut Dugaan Korupsi Rekrutmen Hakim Agung

Menurut dia, angin di wilayah selatan Indonesia, khususnya laut selatan Jabar hingga DIY dominan bergerak dari arah timur-tenggara, dengan kecepatan berkisar 5-20 knot.

Ia menjelaskan, pola pergerakan angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi itu, dapat memicu terjadinya peningkatan tinggi gelombang.

''Oleh karena itu, kami mengeluarkan peringatan dini gelombang sangat tinggi yang berlaku hingga tanggal 26 September 2022, dan akan segera diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut,'' paparnya.

Baca Juga: Pemkot Semarang Gandeng Beam Mobility Perkenalkan Sepeda Listrik, Bisa Disewa Berbayar Dompet Digital

Diakatakan, peringatan dini tersebut dikeluarkan, karena tinggi gelombang berpotensi mencapai kisaran 4 meter hingga 6 meter yang masuk kategori sangat tinggi.

Hal ini, tambahnya, terjadi di wilayah perairan selatan Jabar, perairan selatan Jateng, dan perairan selatan DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY.

Teguh mengimbau, seluruh pengguna jasa kelautan khususnya nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil maupun operator tongkang pengangkut batubara, memperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X